Warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, digegerkan dengan temuan limbah medis berserakan di saluran irigasi. Tumpukan limbah medis berupa jarum suntik itu ditemukan berada dekat akses jalan menuju pemukiman setempat.
Pantauan di lokasi, Rabu (13/5/2026), siang, terlihat sejumlah alat suntik tampak masih terbungkus kantong plastik, namun beberapa di antaranya terlihat menyembul keluar di saluran irigasi.
Limbah berbahaya ini diduga kuat terbawa arus aliran air dari hulu hingga akhirnya tersangkut di parit yang berbatasan langsung dengan area perumahan warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adanya limbah medis ini pertama kali muncul saat warga yang melintas mencurigai benda-benda plastik yang hanyut.
Salah satu warga Dwi Frananto, mengungkapkan kekhawatirannya mengingat lokasi penemuan merupakan area terbuka yang sering dilewati oleh masyarakat.
"Tadi kebetulan lewat jalan ini, terus lihat ada suntikan. Tapi enggak tahu ini bekas dipakai atau belum," ujar Dwi kepada wartawan di lokasi.
Dwi menjelaskan bahwa keberadaan limbah medis di saluran irigasi sangat tidak wajar. Ia merasa terancam dengan risiko kesehatan yang mengintai, apalagi anak-anak di lingkungan sekitar kerap beraktivitas di dekat parit tersebut.
"Anak-anak kadang bermain di sini, cari ikan. Ini kayaknya kan juga ada ujung jarumnya, jadi cukup berbahaya. Harapannya segera ditindaklanjuti karena setahu saya pembuangan limbah medis ada ketentuannya," sambung Dwi dengan nada cemas.
Adanya temuan limbah medis ini akhirnya sampai kepada perangkat setempat, dimana kemudian mendatangi lokasi. Lurah Bumiayu Mutho Sobirin mengatakan, pihaknya datang ke lokasi setelah menerima laporan warga siamg tadi.
"Kami mendapat laporan dari warga bahwa di irigasi sawah menuju Perumahan Emerald Garden terdapat beberapa alat medis yang seharusnya tidak dibuang di saluran irigasi," tegas Mutho terpisah.
Pihak Kelurahan Bumiayu memastikan tidak akan tinggal diam. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang untuk segera mengevakuasi limbah medis tersebut dari saluran irigasi aliran air agar tidak mencemari lingkungan.
"Kami sudah melaporkan ke tim DLH dan langsung dilakukan penanganan. Limbah medis itu nantinya diamankan dan dibuang sesuai prosedur dan SOP yang ada," pungkas Mutho.
Hingga berita ini diturunkan petugas terkait masih melakukan penyisiran di sepanjang saluran irigasi untuk memastikan tidak ada limbah medis yang tertinggal. Sekaligus menyelidiki asal muasal pembuangan ilegal tersebut.
(auh/abq)
