SPPG Bubutan Tembok Dukuh mengakui dapur MBG miliknya tidak higienis dan belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kepala SPPG tersebut pun meminta maaf, karena sebelumnya mengatakan jika sertifikasi sudah lengkap.
Berdasarkan temuan Dinkes Surabaya, SPPG Bubutan Tembok Dukuh sampai saat investigasi belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan penyelenggaraan Program MBG. Akhirnya, Kepala SPPG Bubutan Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla mengakui dalam rapat dengar atau hearing di DPRD Surabaya.
"Belum (memiliki SLHS pada dapur SPPG)," kata Chafi kepada wartawan usai hearing di DPRD Surabaya, Rabu (13/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chafi pun meminta maaf atas pernyataannya sebelumnya yang mengaku sudah mengantongi sertifikasi lengkap di dapurnya pada Senin (11/5). Dia mengaku bahwa salah memahami tentang proses sertifikasi.
"Oke, mohon izin, saya Chafi, saya di sini mau meminta maaf karena kemarin itu mungkin kesalahpahaman dari saya karena saya mengiranya untuk segala proses yang saya pahami adalah dari proses pendaftaran gitu," ucapnya.
"Tapi memang kita sedang proses dan ada beberapa sertifikat seperti SLHS yang masih belum saya kantongi dan saya tinggal satu step terakhir, sebenarnya seperti itu. Tinggal verifikasi saja," tambahnya.
Ia menyebut, bila ada beberapa sertifikasi yang harus dipenuhi. Beberapa di antaranya, Chafi mengaku sudah dikantongi.
"Beberapa sertifikat memang yang sudah selesai seperti penjeman makanan sudah, halal sudah, seperti itu. Terima kasih," ujarnya.
Sementara Kepala Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Kota Surabaya Kusmayanti mengatakan, dokumen yang dimaksud oleh Chafi adalah dokumentasi untuk mendaftar. Tetapi saat ini sudah di tahap menunggu sertifikasi dari Dinkes.
"Dinkesnya kan memang belum juga melakukan inspeksi. Tapi bukan menyalahkan Dinkes, tapi kan memang itu adalah prosedurnya. Untuk mendaftarkan ada berkas-berkas yang harus dilengkapi," kata Kusmayanti.
Lalu, saat disinggung tentang temuan Dinkes Surabaya soal dapur, bahwa insect trap dinilai belum berfungsi optimal. Sehingga higiene personal penjamah makanan dinilai masih belum sesuai standar keamanan pangan.
KPPG pun membenarkan dengan apa yang dipaparkan oleh Dinkes. Di mana dapur SPPG Bubutan Tembok Dukuh tidak higienis.
"Kan tadi sudah disampaikan sama Pak Dinkes. Belum (higienis)," pungkasnya.
Sebelumnya, ratusan siswa dari belasan sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Pusing hingga mual dikeluhkan siswa hingga dilarikan ke Puskesmas dan RS.
Informasi yang dihimpun detikJatim, sejumlah siswa dilarikan Puskesmas Tembok Dukuh. Namun, sebagian besar dievakuasi ke RS Ibu dan Anak IBI Jalan Dupak, Surabaya.
(auh/abq)
