7 Wisata Religi Umat Kristiani di Jatim yang Menarik untuk Dikunjungi

7 Wisata Religi Umat Kristiani di Jatim yang Menarik untuk Dikunjungi

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Kamis, 14 Mei 2026 12:30 WIB
Kompleks Gereja Katolik Santa Maria Puhsarang di Kabupaten Kediri
Kompleks Gereja Katolik Santa Maria Puhsarang, simak rekomendasi wisata religi kristiani lainnya (Foto: Andhika Dwi/ detikjatim)
Surabaya -

Jawa Timur ternyata bukan cuma soal gunung, pantai, atau wisata kuliner yang selalu ramai diburu. Buat detikers yang ingin menikmati perjalanan dengan suasana lebih tenang dan penuh makna, ada banyak destinasi wisata religi umat Kristiani yang menarik untuk dijelajahi.

Menariknya, beberapa tempat ini bukan hanya cocok untuk beribadah atau ziarah, tapi juga punya keindahan arsitektur, sejarah panjang, dan suasana damai yang bikin perjalanan terasa lebih berkesan.

Rekomendasi Wisata Religi Umat Kristiani

Kalau detikers sedang mencari rekomendasi wisata religi Kristiani di Jawa Timur, ada banyak pilihan destinasi yang layak masuk daftar kunjunganmu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Gua Maria Puhsarang, Kediri

Kalau kamu sedang mencari wisata religi yang suasananya tenang dan cocok untuk refleksi, Gua Maria Puhsarang di Kediri bisa jadi pilihan yang menarik untuk dikunjungi. Tempat ini bukan hanya menjadi lokasi ziarah bagi umat Kristiani, tapi juga dikenal karena lingkungannya yang asri dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Gua Maria Puhsarang KediriGua Maria Puhsarang Kediri Foto: Andhika Dwi/detikJatim

Gua Maria Lourdes di kawasan Puhsarang memiliki arsitektur yang unik dengan sentuhan gaya Majapahit. Desain ini mencerminkan kecintaan Romo Jan Wolters CM terhadap budaya Jawa, sehingga nuansanya terasa khas dan berbeda.

ADVERTISEMENT

Di dalam gua terdapat patung Bunda Maria setinggi sekitar 4 meter yang menjadi pusat doa para pengunjung. Area sekitarnya dipenuhi pepohonan rindang yang membuat suasana terasa sejuk dan nyaman, cocok untuk berdoa maupun sekadar menenangkan diri.

Biasanya, peziarah datang untuk berdoa dengan khusyuk di depan patung Maria. Saat perayaan besar seperti Hari Kenaikan Yesus Kristus, tempat ini juga ramai dikunjungi oleh umat dari berbagai daerah.

Lokasinya berada di Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, sekitar 10 kilometer dari pusat kota, jadi masih cukup mudah dijangkau. Selain gua, kawasan ini juga memiliki air suci yang berada dekat Gereja Puhsarang.

Terdapat 12 pancuran air yang konon air suci tersebut mempunyai banyak manfaat. Maka dari itu, banyak masyarakat yang sengaja datang untuk menengok dan mencoba air suci ini.

2. Gereja Puhsarang (Paroki Puhsarang), Kediri

Kalau kamu berkunjung ke Gua Maria Puhsarang di Kediri, jangan lewatkan juga Gereja Santa Maria Puhsarang yang lokasinya masih berada di kawasan yang sama. Dari kejauhan, gereja ini langsung menarik perhatian dengan bangunannya yang unik di lereng Gunung Wilis, dikelilingi pepohonan rindang dan suasana yang tenang.

Kompleks Gereja Katolik Santa Maria Puhsarang di Kabupaten KediriKompleks Gereja Katolik Santa Maria Puhsarang di Kabupaten Kediri Foto: Andhika Dwi/ detikjatim

Gereja yang juga dikenal sebagai Paroki Puhsarang ini sudah berdiri sejak tahun 1936 di Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Selain menjadi tempat ibadah, gereja ini juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi yang cukup populer, terutama bagi umat Katolik yang datang untuk ziarah, berdoa, atau sekadar menikmati suasana damai.

Karena berada di ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut, udara di kawasan ini terasa sejuk dan segar. Jauh dari hiruk-pikuk kota, tempat ini cocok buat kamu yang ingin menikmati perjalanan religi dengan suasana lebih tenang. Salah satu daya tarik utama Gereja Puhsarang ada pada arsitekturnya yang memadukan unsur budaya Jawa dan nilai Katolik.

Bangunannya menggunakan atap joglo khas Jawa, lengkap dengan detail ukiran pada dinding dan bagian interior yang sarat makna simbolis. Di salah satu sisi patung, terdapat tulisan Jawa dengan ejaan lama yang berbunyi, "Iboe Maria ingkang pinoerba tanpa dosa asal, moegi mangestonana kawoela ingkang ngoengsi ing Panjenengan Dalem," yang berarti permohonan doa kepada Bunda Maria bagi mereka yang datang berlindung.

Menariknya, struktur kawasan gereja juga dibuat bertingkat menjadi tiga undakan yang masing-masing memiliki filosofi budaya tersendiri. Konsep ini terinspirasi dari simbol spiritual yang juga dikenal dalam budaya Hindu-Buddha, menjadikan Gereja Puhsarang bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pertemuan antara iman dan budaya lokal.

3. Desa Wisata Peniwen, Malang

Desa Peniwen di Kecamatan Kromengan, Malang, sering disebut "Desa Nasrani" karena mayoritas penduduknya beragama Kristen, dan sejak tahun 1880 desa ini menjadi pusat kegiatan GKJW.

Di sana ada dua gereja, salah satunya peninggalan zaman kolonial Belanda, jadi buat umat Kristiani yang ingin ziarah sejarah, melihat langsung kehidupan komunitas, atau sekadar berdoa di tengah alam, tempat ini terasa kaya makna.

GKJW Peniwen Malang.GKJW Peniwen Malang. Foto: Matic Malangkab

Selain itu, desa ini juga punya nilai sejarah nasional lewat Monumen Peniwen Affair yang memperingati peristiwa 19 Februari 1949, saat sejumlah anggota Palang Merah Remaja dan warga gugur di tangan milisi Belanda. Jadinya, sekalian wisata religi, kamu juga bisa belajar soal perjuangan dan pengorbanan di tanah ini.

4. Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno, Jombang

Lokasinya sekitar 16-18 kilometer di selatan Kota Jombang, sehingga cukup mudah dijangkau, baik dari Surabaya maupun Malang. Tempat ini cocok dijadikan pemberhentian singkat untuk menikmati suasana tenang, berdoa, sekaligus mengenal salah satu jejak penting sejarah kekristenan di Jawa.

Dari luar, GKJW Mojowarno memiliki tampilan khas gereja bergaya Eropa lama dengan sentuhan neo-Gothic yang sederhana. Bangunannya terlihat klasik dengan atap segitiga dan struktur kokoh yang memberi nuansa bersejarah tanpa terasa berlebihan.

Warga beraktivitas di sekitar instalasi yang dihias dengan hasil bumi saat penyelenggaraan tradisi Riyaya Unduh-unduh di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (10/5/2026). Instalasi pada kegiatan tradisi akulturasi Kristiani dan budaya Jawa yang digelar sebagai ungkapan syukur atas hasil panen dan berkat pemberian Tuhan YME ini diarak keliling kemudian dilelang, dan hasilnya dimanfaatkan untuk kebutuhan serta kesejahteraan gereja. ANTARA FOTO/Syaiful Arif Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

Saat masuk ke dalam, suasananya terasa hangat dan penuh karakter. Detail seperti mimbar kayu berukir, jendela kaca, hingga bangku jemaat yang masih mempertahankan nuansa lama membuat tempat ini terasa autentik dan penuh cerita.

Yang membuat GKJW Mojowarno semakin menarik adalah tradisi Riyaya Undhuh-Undhuh, yaitu perayaan syukur panen tahunan yang memadukan iman Kristen dengan budaya Jawa. Dalam tradisi ini, pengunjung bisa menyaksikan arak-arakan hasil bumi, pertunjukan seni budaya, hingga ibadah syukur bersama.

Tradisi Undhuh-Undhuh bahkan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, menjadikan Mojowarno bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang di mana nilai spiritual dan budaya lokal berjalan berdampingan.

Kalau kamu datang di waktu perayaan panen, pengalaman yang didapat bisa terasa lebih berkesan karena kamu bisa melihat langsung bagaimana masyarakat setempat merayakan iman dengan cara yang begitu dekat dengan tradisi Jawa.

5. Gereja Katolik Kelahiran Santa Maria, Surabaya

Gereja ini dikenal sebagai gereja Katolik tertua di Surabaya, bahkan menjadi gereja Katolik pertama yang dibangun di kota ini. Berdiri sejak awal abad ke-19, tempat ini bukan hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga bagian penting dari perjalanan sejarah perkembangan iman Katolik di Surabaya.

Dari luar, bangunannya langsung mencuri perhatian lewat arsitektur bergaya gotik yang klasik dan elegan. Detail pada jendela, pintu, langit-langit, hingga bagian atap memberikan nuansa khas gereja Eropa yang membuat suasananya terasa berbeda.

Gereja KepanjenGereja Kepanjen Foto: Gereja Kepanjen (Foto file: Amir Baihaqi/detikJatim)

Meski berada di tengah kota, Gereja Kepanjen tetap menawarkan suasana yang tenang dan khusyuk. Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk menikmati keindahan bangunan bersejarah yang masih terawat dengan baik.

Buat kamu yang suka wisata religi sekaligus sejarah, tempat ini cocok untuk melihat bagaimana nilai spiritual dan warisan arsitektur berpadu dalam satu lokasi. Lokasinya berada di Jalan Kepanjen No. 4-6, Krembangan Selatan, Surabaya, sehingga cukup mudah diakses saat kamu berada di pusat kota.

6. Gereja Merah (Gereja Protestan Jemaat Immanuel), Probolinggo

Terletak di Kota Probolinggo, gereja ini dikenal sebagai salah satu bangunan peninggalan Belanda yang masih berdiri kokoh hingga sekarang. Suasananya bukan hanya tenang untuk beribadah, tapi juga menyimpan cerita panjang tentang perkembangan komunitas Kristiani di wilayah ini.

Gereja Merah didirikan pada tahun 1862 oleh Pendeta Pattiradjawane, pada masa kepemimpinan Bupati Meijer, bupati pertama Probolinggo. Bangunannya memiliki ciri khas yang langsung mudah dikenali, yaitu konstruksi baja dengan dominasi warna merah pada bagian eksteriornya.

Gereja Immanuel atau Gereja Merah Kota ProbolinggoGereja Immanuel atau Gereja Merah Kota Probolinggo (Foto: M Rofiq/detikJatim)

Warna merah yang menjadi identitas gereja disebut melambangkan darah Yesus Kristus yang dipercaya sebagai simbol pengorbanan dan keselamatan umat manusia. Dari sisi arsitektur, Gereja Merah punya karakter klasik yang sederhana namun tetap kuat secara visual.

Hal inilah yang membuatnya menarik, baik bagi peziarah maupun wisatawan yang ingin menikmati bangunan bersejarah dengan nuansa spiritual. Selain menjadi tempat ibadah, Gereja Merah juga cocok dikunjungi untuk mengenal lebih dekat warisan sejarah Kota Probolinggo.

7. Gua Maria Sendangrejo, Blitar

Lokasinya hanya sekitar 5 kilometer di utara pusat Kota Blitar. Nah, setelah berkunjung ke Makam Bung Karno atau destinasi kota lainnya, tempat ini cocok untuk mampir sambil menikmati suasana yang lebih damai dan teduh.

Gua Maria Sendangrejo sudah berdiri sejak tahun 1977 dan kini menjadi salah satu destinasi wisata religi resmi yang dikelola Pemerintah Kota Blitar. Kawasan ini merupakan bagian dari Paroki Santa Maria Blitar, Keuskupan Surabaya, dan cukup dikenal sebagai tempat ziarah umat Katolik.

Di sini, pengunjung tidak hanya datang untuk berdoa kepada Bunda Maria, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan rohani seperti ibadah malam Jumat pertama. Area Gua Maria Sendangrejo juga dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, seperti pendopo untuk pemberkatan dan Jalan Salib yang menampilkan replika perjalanan Yesus menuju penyaliban. Suasananya tertata rapi dan nyaman untuk refleksi spiritual.

Salah satu bagian yang cukup menarik perhatian adalah gua kecil dengan sumber air yang dipercaya sebagian umat memiliki makna spiritual tersendiri. Meski keyakinan tiap pengunjung berbeda, tempat ini tetap menjadi bagian penting dari pengalaman ziarah di kawasan tersebut. Gua Maria Sendangrejo buka setiap hari, dari Senin hingga Minggu pukul 08.00-17.00 WIB, dan pengunjung bisa masuk secara gratis.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads