Kecelakaan maut terjadi dekat perempatan Gedangan, Sidoarjo menewaskan 2 orang bocah perempuan berusia di bawah 15 tahun. Kedua bocah yang jatuh terlindas truk molen saat berboncengan motor itu adalah tetangga yang sangat akrab yang hendak mengecek pendaftaran sekolah SMP.
Kedua korban diketahui berinisial AF (13) dan LF (10), warga Desa Tebel Barat, RT 4, RW 1, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo. Kecelakaan nahas itu terjadi pada Sabtu sore sekitar pukul 16.20 WIB saat keduanya melintas dari arah Sidoarjo menuju Waru.
Sepeda motor Honda BeAT nopol W 3872 NEU yang dikendarai AF diduga terjatuh hingga kedua korban terlindas roda belakang truk molen Dynamix nopol B 9489 BIA yang dikemudikan Muhammad Alvian (25), warga Medan, Sumatera Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang tetangga korban, Maslukha (51) mengatakan AF dan LF dikenal sangat akrab sejak kecil. Keduanya bahkan hampir selalu bersama dalam berbagai aktivitas sehari-hari di kampung tersebut.
"Anaknya memang selalu berdua ke mana-mana. Mau sekolah, main, sampai berangkat ngaji juga selalu bersama," kata Maslukha kepada wartawan, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Maslukha, rumah kedua korban juga saling berdekatan di Desa Tebel Barat. Meski beda usia dan jenjang bangku sekolah, keduanya tidak pernah terpisah saat bermain maupun beraktivitas.
"Rumahnya dekat, teman dekat juga. AF kelas VI SD, sedangkan LF kelas IV di SD Negeri Tebel. Walaupun beda kelas, tiap hari tetap bersama," ujarnya.
Kabar tewasnya kedua bocah itu membuat suasana kampung berduka. Sejumlah tetangga dan kerabat korban tampak mendatangi rumah duka setelah mendengar kabar kecelakaan tersebut.
Salah satu teman sekolah korban, Lhala (12) mengatakan, sebelum kejadian AF sempat berpamitan hendak mengecek pendaftaran sekolah SMP Dharma Wanita yang berada di kawasan Jalan Raya Gedangan.
"Katanya mau cek daftar sekolah SMP Dharma Wanita," ujar Lhala ditemui detikJatim di rumah duka, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, AF sebenarnya jarang mengendarai sepeda motor apalagi melintas di jalan raya besar seperti kawasan Gedangan.
"Biasanya cuma naik motor di sekitar kampung Tebel Barat saja. Nggak pernah lewat jalan raya sini," katanya.
Lhala menyebut korban beberapa kali bercerita ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SMP dan tertarik mendaftar di SMP Dharma Wanita.
"Dia pernah cerita pengin sekolah di sana," tambahnya.
Kecelakaan itu mengundang perhatian warga dan pengguna jalan. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi segera melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban.
Sopir truk molen telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait insiden maut tersebut. Unit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan ini.
(auh/dpe)
