Jemaah Haji Tertua Embarkasi Surabaya Tak Sabar Lihat Ka'bah

Jemaah Haji Tertua Embarkasi Surabaya Tak Sabar Lihat Ka'bah

Esti Widiyana - detikJatim
Jumat, 22 Mei 2026 11:41 WIB
Marsiyah Salim, calon jemaah haji tertua dari Embarkasi Surabaya
Marsiyah Salim, calon jemaah haji tertua dari Embarkasi Surabaya/Foto: Esti Widiyana/detikJatim
Surabaya -

Di usia 105 tahun, Marsiyah Salim akhirnya mewujudkan impian yang telah dipendam puluhan tahun. Jemaah haji tertua Embarkasi Surabaya asal Kabupaten Kediri itu berangkat ke Tanah Suci dengan penuh semangat.

Nenek kelahiran 1921 tersebut mengaku tak sabar melihat Ka'bah setelah menabung bertahun-tahun dari hasil berjualan dodol dan bahan pokok di pasar tradisional.

"Alhamdulillah senang, banyak temannya. Sampai sini senang. Gak sabar lihat Ka'bah," kata Marsiyah kepada wartawan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Kamis (21/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di usianya yang lebih dari satu abad, kondisi kesehatan Marsiyah masih tergolong baik. Pendengaran dan kemampuan berbicaranya masih lancar tanpa perlu diulang. Ia juga masih mampu berjalan tanpa alat bantu meski untuk jarak tertentu.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Marsiyah mengaku terkadang merasakan kesemutan pada kakinya, terutama setelah menempuh perjalanan jauh dari rumahnya di Dusun Bogo, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri menuju Surabaya.

"Kalau gak kesemutan gitu bisa jalan kaki. Tadi dari Kediri sedikit kesemutan tapi sudah enggak," ujarnya.

Perjalanan Marsiyah menuju Tanah Suci juga menyimpan kisah inspiratif. Ia menabung sedikit demi sedikit dari hasil berjualan dodol atau jenang serta bahan pokok di pasar tradisional hingga akhirnya mampu mendaftar haji.

"Sudah menabung lama dulu jualan jenang (dodol) saya tabung sedikit demi sedikit. Kalau sudah ke kumpul banyak, buat haji di Makkah. Saya gak bilang siapa-siapa. Sekarang ya gak kerja, dulu jualan. Bapak tukang kayu," ceritanya.

Pada keberangkatan tahun ini, Marsiyah didampingi anak keduanya, Muidah (62), yang tergabung dalam Kloter 112.

"Didampingi sama anak. Sehat-sehat alhamdulillah. Kalau pagi jalan-jalan buat persiapan haji," katanya.

Marsiyah mengaku tidak memiliki resep khusus untuk bisa berumur panjang. Sejak muda ia terbiasa bekerja keras, rutin berjalan kaki, dan menghindari makanan pedas.

"Saya masih kuat puasa, Ramadan gak putus sama sekali. Kalau makan gak yang pedas, tidak ada pantangan khusus tapi. Saya gak suka kopi tapi kalau pagi selalu minum susu," ucapnya.

Marsiyah tercatat sebagai jemaah tertua Embarkasi Surabaya sekaligus jemaah haji tertua se-Indonesia pada musim haji tahun 2026. Ia dan anaknya mendaftar haji pada 2021 dan akhirnya mendapat kesempatan berangkat tahun ini melalui prioritas lanjut usia.

"Tahun 2021 daftarnya. Dulu mbah inginnya sudah sejak lama, tapi anak-anaknya masih ada tanggungan kebutuhan jadi bisanya mbah pas sudah sepuh baru daftar. Setelah nunggu lima tahun baru berangkat," kata Muidah.




(esw/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads