Terungkap! Penampakan Macan yang Viral Ternyata Bukan di Tahura Cangar

Terungkap! Penampakan Macan yang Viral Ternyata Bukan di Tahura Cangar

Eka Rimawati - detikJatim
Sabtu, 23 Mei 2026 09:01 WIB
Tenda tempat Rendra berburu gambar macan Leopard di Hutan Baluran.
Macan leopard yang dipotret di Hutan Baluran pada 2024 dan videonya kembali viral pada 2026 disebut berada di Hutan Cangar. (Foto: Istimewa/Rendra Kurnia)
Banyuwangi -

Seekor macan terekam Kamera warga keluar dari persembunyian di sebuah hutan viral di media sosial. Konten viral itu menarasikan bahwa penampakan macan itu berada di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Cangar. Belakangan, seorang fotografer alam liar profesional memastikan bahwa video itu tidak diambil di wilayah Tahura Cangar.

Rendra Kurnia, Fotografer satwa liar mengaku juga mengambil gambar macan yang sama. Dia tidak memotret macan itu di Tahura Cangar, melainkan di kawasan hutan Taman Nasional Baluran, Situbondo pada 2024.

"Yang sebenarnya video itu tahun 2024 lalu di Baluran. Kebetulan saya di sebelah pengunjung yang bikin video ini," terang Rendra kepada detikJatim, Sabtu (23/5/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rendra membantah bahwa macan itu muncul di hutan Cangar karena dia memastikan bahwa Macan Tutul Jawa atau Panthera Pardus Melas itu memang penghuni Hutan Baluran dan berstatus terancam punah atau critically endangered.

ADVERTISEMENT

"Memang di Hutan Baluran itu tinggal macan tutul jawa yang merupakan endemik pulau jawa dan di hutan tersebut ia adalah predator puncak," terang Rendra.

Dia ceritakan bahwa pada 2024 itu, dirinya tengah mengambil video untuk proyek pembuatan film yang telah ditayangkan di Austria 2 pekan lalu. Rendra yang berprofesi sebagai fotografer spesialis satwa liar disewa untuk berburu gambar natural di hutan itu

Tenda tempat Rendra berburu gambar macan Leopard di Hutan Baluran.Tenda tempat Rendra berburu gambar macan Leopard di Hutan Baluran. (Foto: Istimewa/Rendra Kurnia)

Untuk mendapatkan foto dengan momen yang dramatis, Rendra telah berhari-hari menunggu di titik lokasi yang memang menjadi rute alami sang predator.

"Saat itu kebetulan saya pas mengambil gambar video leopard yang filmnya sudah tayang di Austria dan saya hadir langsung saat launching filmnya di Jerman beberapa pekan lalu," jelas Rendra.

Ketika macan tutul atau leopard itu muncul, ada sejumlah pengunjung Hutan Baluran yang berada di lokasi itu dan panik. Saat itu Rendra tengah siaga membidik foto di tenda kamuflase yang ia tinggali sejak malam. Jaraknya kurang dari 10 meter. Ia terganggu dengan keramaian pengunjung yang panik dan keluar dari mobil serta melempari leopard itu.

"Saya ada di bawah jembatan dengan tenda kamuflase, akhirnya gaet yang bawa tamu-tamu itu saya marahi karena mereka ribut dan keluar dari mobil justru berbahaya. Bahkan ada yang melempar batu. Jika satwa liar merasa terancam, tentu naluri alaminya adalah memburu dan itu berbahaya, harusnya Gaet paham," tegas Rendra.

Rendra berharap, saat berkunjung ke wilayah hutan liar masyarakat diharapkan membekali diri dengan pengetahuan dasar terkait perilaku di hutan dan saat berjumpa dengan satwa liar. Tidak lantas demi validasi membahayakan diri dengan mengutamakan mengambil vidio tapi mengabaikan faktor keamanan.




(irb/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads