Geger Isu Pocong Jadi-Jadian di Ngampelsari Sidoarjo, Begini Kata Warga

Geger Isu Pocong Jadi-Jadian di Ngampelsari Sidoarjo, Begini Kata Warga

Suparno - detikJatim
Sabtu, 23 Mei 2026 11:40 WIB
Kawasan Ngampelsari Sidoarjo yang diduga jadi lokasi teror pocong jadi-jadian
Kawasan Ngampelsari Sidoarjo yang diduga jadi lokasi teror pocong jadi-jadian (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Warga Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo dibuat resah dengan beredarnya isu pocong jadi-jadian yang disebut-sebut kerap mendatangi rumah warga. Informasi itu banyak beredar melalui video di media sosial dan grup WhatsApp.

Dalam video yang tersebar, disebutkan pocong jadi-jadian berhasil ditangkap warga di wilayah Tangerang, Jawa Barat. Kabar tersebut kemudian menyebar hingga ke sejumlah daerah lain, termasuk di Kabupaten Sidoarjo.

Meski begitu, hingga kini warga Desa Ngampelsari mengaku belum pernah melihat langsung keberadaan pocong jadi-jadian tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu warga, Budi Santoso (32) mengatakan dirinya hanya mendengar kabar dari video yang beredar di media sosial. Namun di lingkungan tempat tinggalnya belum pernah ada kejadian serupa.

ADVERTISEMENT

"Saya dengarnya dari video yang ramai di WhatsApp, katanya ada pocong jadi-jadian ditangkap di Tangerang. Kalau di Ngampelsari sendiri belum ada informasi atau kejadian itu," kata Santoso kepada detikjatim , Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, sebagian besar warga juga menganggap kabar tersebut hanya hoaks yang sengaja disebarkan untuk menakut-nakuti masyarakat.

"Warga di sini banyak yang kurang merespons karena dianggap bohong belaka. Sampai sekarang juga tidak ada kejadian apa-apa," tambahnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Tarmuji (29). Ia menyebut video yang beredar di grup WhatsApp diduga berasal dari daerah lain dan bukan terjadi di Sidoarjo.

"Tidak benar kalau di desa kami ada pocong jadi-jadian. Di sini aman dan adem ayem. Video yang beredar itu mirip dari daerah Tangerang," ujar Tarmuji.

Sementara itu, Kapolsek Candi Kompol Septiawan Adi Prihartono membenarkan pihaknya menerima informasi soal isu tersebut dari media sosial dan grup WhatsApp warga. Namun hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kemunculan pocong jadi-jadian di wilayah Kecamatan Candi.

"Kami belum menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian itu. Informasi yang kami dapat juga berasal dari grup WhatsApp yang beredar di masyarakat," kata Septiawan.

Meski belum ada laporan, polisi tetap meningkatkan patroli keamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas maupun tindak kriminal dengan modus menakut-nakuti warga.

"Kami terus meningkatkan patroli bersama anggota, baik berseragam maupun tidak berseragam. Kami juga dibantu masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan," jelasnya.

Septiawan mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya dan segera melapor jika menemukan hal mencurigakan di lingkungan sekitar.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads