Petani Kota Batu Ini Lahirkan Varietas Apel Baru 'Golden Analagi'

Petani Kota Batu Ini Lahirkan Varietas Apel Baru 'Golden Analagi'

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Minggu, 24 Mei 2026 14:45 WIB
Varietas baru Apel Golden Analagi di Kota Batu.
Varietas baru Apel Golden Analagi di Kota Batu. (Foto: Istimewa)
Kota Batu -

Lewat dedikasinya di kebun Apel, Rudy Mardiyanto berhasil melahirkan varietas baru yang dia beri nama 'Golden Analagi'. Pria asal Kota Batu ini mengembangkan varietas baru melalui perkawinan silang antara Apel Anna dan Apel Manalagi.

Nama 'Golden' merujuk pada warna kulitnya yang kuning keemasan berkilau saat matang. Sedangkan untuk 'Analagi' merupakan singkatan dari nama kedua induknya, yaitu Apel Anna dan varietas Manalagi khas Kota Batu.

Rudi menceritakan bahwa motivasi utamanya melakukan pemuliaan tanaman ini didorong oleh situasi pasar yang kian menjepit petani lokal. Tampilan fisik buah lokal sering kali kalah mulus dibanding buah impor, ditambah lagi serangan penyakit yang kian masif akibat pergeseran cuaca.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Petani apel di Batu menghadapi tantangan berat beberapa tahun belakangan. Mulai dari perubahan iklim, serangan hama yang makin kebal, sampai harga jual yang fluktuatif karena kalah bersaing dengan apel impor yang tampilannya lebih mulus dan manis konstan. Dari situ saya berpikir, kita harus punya varietas lokal yang punya daya tahan lebih kuat, tapi kualitas buahnya bisa bersaing atau mengungguli apel impor," terang Rudy, Minggu (24/5/2026).

ADVERTISEMENT

Dari segi kualitas rasa dan tekstur, Golden Analagi menawarkan sensasi yang berbeda dari pendahulunya. Jika varietas Manalagi biasa cenderung didominasi rasa manis-sepat dengan tekstur yang cepat mempur, varietas baru ini justru membawa karakteristik terbaik dari kedua induknya.

Buah ini memiliki perpaduan rasa manis yang kuat dibalut dengan aksen rasa segar yang seimbang. Daging buahnya pun sangat renyah dengan kandungan air yang melimpah serta daya simpannya jauh lebih lama.

Tidak hanya unggul di lidah konsumen, Golden Analagi digadang-gadang menjadi primadona baru dari sisi budidaya. Pohon hasil persilangan ini terbukti jauh lebih adaptif terhadap fluktuasi cuaca ekstrem yang kerap melanda Kota Batu akhir-akhir ini. Yang paling krusial bagi petani, varietas ini relatif kebal terhadap penyakit jamur kulit serta serangan kutu sisik.

Sarjana pertanian dan pakar komputer ini tidak memungkiri bahwa lahirnya 'Golden Analagi' telah melalui proses panjang. Ia mengaku menghabiskan waktu sekitar 7 tahun untuk melakukan eksperimen, trial and error, hingga penyaringan karakteristik buah agar benar-benar konsisten.

"Prosesnya cukup panjang dan butuh kesabaran ekstra. Mulai dari pemilihan indukan, penyilangan, menyemai bibit hasil silangan, menunggu pohonnya tumbuh besar dan berbuah, lalu menyeleksi lagi mana yang buahnya paling konsisten kualitasnya. Banyak gagalnya di awal, tapi baru sekitar dua tahun terakhir ini hasilnya benar-benar stabil," kenang Rudy.

Dari empat pohon indukan, Rudy mengaku sudah melakukan panen sebanyak tiga kali. Hasilnya telah dia nikmati, bagikan dan dijual melalui online. Kendati demikian, persoalan mematenkan hasil karyanya melalui Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) masih belum terselesaikan.

Saat ini Rudy tengah fokus untuk menyelesaikan soal hak paten agar Golden Analagi bisa dikenal luas sebagai buah unggulan yang lahir di Kota Batu. Setelah itu, dia baru akan mulai menyebarluaskan benih Golden Analagi ke petani apel secara legal.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads