Mancing Tak Dapat Ikan, Bocah di Ponorogo Tewas Tenggelam Saat Mandi

Mancing Tak Dapat Ikan, Bocah di Ponorogo Tewas Tenggelam Saat Mandi

Charolin Pebrianti - detikJatim
Minggu, 24 Mei 2026 16:45 WIB
Bocah tenggelam di sungai.
Lokasi temuan jenazah bocah tenggelam di sungai Kedungsulur, Ponorogo. (Foto: Istimewa)
Ponorogo -

Seorang bocah berusia 10 tahun di Kabupaten Ponorogo meninggal dunia usai tenggelam di Sungai Kedungsulur, Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan. Korban diketahui tenggelam saat mandi bersama teman-temannya usai memancing di sungai tersebut.

Kapolsek Badegan, AKP Haryono mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban bernama A'lam F (10), warga Dusun Glundo, Desa Glinggang, Kecamatan Sampung.

"Korban bersama 3 temannya awalnya memancing ikan di Sungai Kedungsulur, Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan. Karena cukup lama tidak dapat ikan mereka mandi di sungai," kata Haryono dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun nahas, korban diduga tidak mengetahui kedalaman sungai hingga akhirnya terseret arus dan tenggelam.

ADVERTISEMENT

"Korban terbawa arus dan tenggelam karena tidak mengetahui kedalaman air sungai," imbuhnya.

Tiga teman korban yakni Hasrin (10), Hanan (10), dan Ayin (10), seluruhnya warga Desa Karangjoho, berhasil diselamatkan dan sempat dibawa ke Puskesmas Badegan untuk mendapatkan penanganan medis.

Petugas dari Polsek Badegan bersama Tim Inafis Polres Ponorogo langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap korban.

Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim medis Puskesmas Badegan dan Unit Identifikasi Polres Ponorogo, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Hasil pemeriksaan menyatakan korban meninggal dunia murni karena tenggelam. Tidak ditemukan adanya tanda penganiayaan maupun kekerasan," jelas Haryono.

Dalam peristiwa itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi berupa 2 baju, 3 alat pancing, tempe untuk pakan ikan, dan sebuah cutter.

Pihak keluarga korban disebut telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak akan menuntut pihak mana pun.

"Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan bersedia membuat surat pernyataan," pungkas Haryono.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads