PMI Kota Probolinggo Raih WTP dan Bantuan Alat Medis Rp 200 Juta

PMI Kota Probolinggo Raih WTP dan Bantuan Alat Medis Rp 200 Juta

M Rofiq - detikJatim
Minggu, 24 Mei 2026 18:40 WIB
PMI Kota Probolinggo
PMI Kota Probolinggo (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Prestasi Palang Merah Indonesa (PMI) Kota Probolinggo menggelar Musyawarah Kota (Muskot) PMI Kota Probolinggo. Mega Guntara kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PMI Kota Probolinggo periode 2026-2031.

Salah satu capaian yang mendapat perhatian peserta Muskot adalah keberhasilan PMI Kota Probolinggo meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam tata kelola organisasi dan keuangan.

Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, menyebut capaian tersebut sebagai prestasi yang luar biasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang dilakukan kepengurusan sebelumnya ini luar biasa. Dapat opini WTP itu luar biasa. Tinggal penyempurnaan saja ke depan," ujar Ina. Minggu (24/5/2026).

Mega Guntara mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen PMI Kota Probolinggo, dalam menjaga transparansi keuangan dan pelayanan publik selama ini.

ADVERTISEMENT

"PMI Kota Probolinggo khususnya wilayah jajaran timur menjadi yang pertama mendapatkan opini pengendalian tanpa pengecualian. Di Jawa Timur juga kita masuk urutan keenam dari 38 kabupaten/kota yang siap diaudit," katanya.

Menurut Mega, transparansi menjadi bagian penting dalam kepemimpinannya agar kepercayaan masyarakat terhadap PMI terus meningkat.

"Transparansi dalam keuangan maupun pelayanan publik harus terus dijaga," tegasnya.

Selain prestasi di bidang tata kelola organisasi, PMI Kota Probolinggo juga menerima bantuan alat kesehatan dari PMI Pusat dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Mega menyebut bantuan alat medis tersebut bernilai sekitar Rp200 juta dan diperuntukkan bagi layanan kegawatdaruratan di klinik PMI.

"Alhamdulillah klinik PMI Kota Probolinggo mendapat bantuan alat dari PMI Pusat. Ada alat kegawatdaruratan, alat jantung kecil dan beberapa perlengkapan medis lainnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena hanya 20 klinik PMI di Indonesia yang menerima bantuan serupa.

"Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," katanya.

Siapkan Pos Pertolongan Pertama
Usai kembali terpilih, Mega juga memaparkan sejumlah program prioritas PMI ke depan. Salah satunya pembentukan pos pertolongan pertama di perusahaan-perusahaan dan lingkungan masyarakat.

Menurutnya, pos tersebut akan difungsikan seperti puskesmas pembantu dengan melibatkan tenaga perawat dan bidan yang belum bekerja tetap.

"Saya ingin memberdayakan perawat maupun bidan yang belum memiliki pekerjaan. Mereka bisa bergabung dalam pos pertolongan pertama PMI," jelasnya.

Program itu, lanjut Mega, telah dikomunikasikan dengan Dinas Kesehatan. Nantinya tenaga medis tetap berada dalam pengawasan klinik resmi melalui sistem Surat Izin Praktik (SIP).

Selain pelayanan kesehatan dasar, PMI Kota Probolinggo juga akan memperkuat relawan pendamping pasien di rumah sakit maupun perawatan rumah.

"Kami ingin relawan PMI tidak hanya aktif saat bencana, tetapi juga hadir membantu masyarakat dalam pelayanan kemanusiaan sehari-hari," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mega juga mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat.

Menurutnya, kebutuhan darah di wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo mencapai sekitar 950 hingga 1.000 kantong setiap bulan.

"Donor darah bukan hanya menyehatkan diri sendiri, tetapi juga membantu keselamatan orang lain," ujarnya.

Ia mengatakan PMI terus berupaya menjaga kestabilan stok darah agar tidak mengalami kekurangan maupun kelebihan.

"Kalau stok mulai kritis kami langsung bergerak mencari pendonor. Tapi kalau terlalu banyak juga tidak baik karena ada biaya pengolahan dan pemusnahan darah," pungkasnya.




(abq/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads