Menko Zulhas Serahkan Sapi Kurban 1,1 Ton ke Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo

Menko Zulhas Serahkan Sapi Kurban 1,1 Ton ke Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo

Suparno - detikJatim
Senin, 25 Mei 2026 15:30 WIB
Menko Pangan Serahkan Sapi Kurban 1,1 Ton ke Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo
Menko Pangan Zulhas serahkan sapi kurban ke Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan memberikan bantuan hewan kurban berupa sapi limosin berbobot sekitar 1,1 ton ke Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat, Lebo, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo. Bantuan diberikan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Dalam kesempatan itu, Zulhas, sapaan akrabnya mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

"Dari pesan Gus Baha yang saya dengarkan, kita sering sibuk berebut perhatian dan cinta sesama manusia, bahkan sama pejabat. Tapi sering lupa, yang paling utama itu adalah berusaha mendapatkan cinta dan ridho Allah SWT," kata Zulhas kepada wartawan di Ponpes Bumi Shalawat, Senin (25/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Umum PAN tersebut mengatakan, ibadah kurban bukan sekadar berbagi daging kepada masyarakat, melainkan bentuk pengorbanan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

ADVERTISEMENT

"Momen Idul Adha ini jadi pengingat dan panggilan buat kita, mari berkorban, bukan cuma berbagi harta, tapi juga sebagai wujud kita mencintai dan mendekatkan diri kepada Allah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bumi Sholawat Progresif Sidoarjo KH Aria Muhammad Ali mengatakan, sinergi antara pemerintah dengan pesantren perlu terus diperkuat karena pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi bangsa.

"Pemerintah sebaiknya bersinergi erat dengan lembaga pendidikan Islam dan pesantren, karena pesantren adalah tempat pembentukan karakter generasi masa depan," ujar Aria Muhammad Ali.

Menurutnya, pesantren progresif harus terus berkembang dalam berbagai aspek, mulai pendidikan, pembangunan hingga tata kelola kelembagaan.

Saat ini, lanjutnya, total aset tanah yang dimiliki yayasan mencapai sekitar 25 hektar. Rinciannya, 12 hektare menjadi kawasan utama pesantren, 7 hektare berada di wilayah utara, 2 hektare tambahan, dan 3 hektare merupakan tanah lama.

"Pembebasan tanah masih terus diupayakan dan pembangunan dipercepat agar target pengembangan pesantren bisa tercapai," tambahnya.

Terkait Idul Adha tahun ini, pihak yayasan memperkirakan jumlah hewan kurban mencapai 35 hingga 40 ekor sapi dan sekitar 120 hingga 130 ekor kambing.

"Termasuk bantuan dari Menteri berupa sapi limosin beratnya di atas satu ton. Ada juga dari yayasan dan wali santri," jelasnya.

Aria juga mengungkapkan bantuan hewan kurban dari pemerintah pusat biasanya datang mendadak, bahkan hanya beberapa hari sebelum pelaksanaan Idul Adha.

"Bantuan dari Presiden biasanya disalurkan melalui Pak Agus Sutomo selaku Direktur Agrinas. Konfirmasinya sering mendadak, dua sampai tiga hari sebelum hari H, bahkan kadang sehari sebelumnya," katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut cukup menyulitkan karena pengelolaan hewan kurban dalam jumlah besar membutuhkan persiapan matang. Nantinya, daging kurban akan dibagikan kepada warga sekitar pesantren, guru, santri hingga kelompok masyarakat lain di sekitar wilayah Lebo dan sekitarnya.

"Pembagian untuk warga tiga sampai empat kampung sekitar, guru-guru, santri dan masyarakat lainnya. Penyembelihan tidak bisa selesai sehari karena jumlah sapi mencapai puluhan ekor," tandasnya.

Ia menambahkan, kapasitas penyembelihan maksimal per hari sekitar 13 hingga 15 ekor sapi sehingga proses penyembelihan diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga hari.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads