2 Korban Tewas Kebakaran di Banyu Urip Surabaya Nenek dan Cucu

2 Korban Tewas Kebakaran di Banyu Urip Surabaya Nenek dan Cucu

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Selasa, 26 Mei 2026 05:00 WIB
Kebakaran rumah di kawasan Banyu Urip Surabaya tewas 2 penghuni rumah
Kebakaran rumah di kawasan Banyu Urip Surabaya tewas 2 penghuni rumah (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Dua orang tewas dan empat lainnya luka-luka akibat kebakaran rumah di kawasan Banyu Urip, Surabaya. Para korban tewas ini diketahui penghuni rumah yang tinggal serumah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya Laksita Rini memastikan paara korban kebakaran masih satu keluarga. Sedangkan korban tewas adalah cucu dan nenek.

"Satu anak cucu dan neneknya," kata Rini, Selasa (26/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rini menjelaskan kedua korban ditemukan terpisah. Sang nenek ditemukan berada di kamar mandi lantai 1 yang diduga di sana saat kebakaran. Sedangkan cucunya di lantai 2.

ADVERTISEMENT

"Posisi nenek ada di bawah, di lantai 1, yang cucunya di lantai 2," ujarnya.

Rini menambahkan, sang nenek saat itu terjebak diduga hendak menyelamatkan cucunya. Namun api yang berkobar membuat sang nenek kemudian menyelamatkan diri dengan berlindung di kamar mandi.

"Mungkin seperti itu ya (cucu akan menyelamatkan nenek di lantai 1 lalu berupaya keluar rumah), kita juga tidak tahu (kronologi persisnya). Tapi kalau melihat mungkin mau keluar tapi api di depan sudah membara, jadi mungkin dia (nenek) mau menyelamatkan diri, karena posisinya nenek ada di kamar mandi ya," jelasnya.

Sebelumnya, kebakaran hebat melanda sebuah rumah berlantai dua di kawasan Banyu Urip, Surabaya. Akibatnya, dua orang penghuni tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada Senin (25/5) pukul 22.30 WIB. Sebanyak 14 unit armada pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api.

"Malam hari ini kami mendapat kabar pukul 22.30 WIB, teman-teman damkar langsung menuju ke lokasi dan melakukan pemadaman awal," kata Rini di lokasi kejadian, Selasa (26/5/2026) dini hari.

Menurut Rini, lantai satu bangunan tersebut digunakan sebagai tempat usaha perbaikan (bengkel) motor listrik. Sementara itu, lantai dua berfungsi sebagai toko sembako sekaligus tempat tinggal. Saat petugas tiba, seluruh bagian di lantai satu sudah hangus terbakar.

Berdasarkan penyelidikan awal, api diduga kuat berasal dari korsleting listrik saat pengisian daya (charger) baterai motor listrik. Kandungan lithium pada baterai menyebabkan terjadinya ledakan, sehingga api merembet dan membesar dalam waktu singkat.

"Dugaan awal itu dari korsleting listrik dari charger motor listrik. Karena berbahan baterai lithium, terjadi ledakan dan api menjalar cepat sekali," ujar mantan Kepala BPBD Linmas Surabaya tersebut.




(hil/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads