Rumah di Jalan Molin, Banyu Urip Kidul, Kecamatan Sawahan, Surabaya ludes terbakar karena diduga korsleting carger motor listrik. Dua orang tewas saat terjebak api.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini memberikan klarifikasi bahwa korban kebakaran ada 4 orang dengan nrincian 2 tewas dan sisanya luka. Mereka diketahui masih satu keluarga.
Rumah yang terbakar diketahui dihuni oleh keluarga Dwi Priyo Aprianto. Adapun korban yang tewas adalah Suamah (71) dan cucunya Muhammad Azzam Rizki Pratama (14) siswa kelas 1 SMPN 46.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan korban luka yakni Meiga Dita Fisilia (39) istri Dwi Priyo Aprianto mengalami luka robek di telapak tangan, lalu penghuni kos bernama Tiwuk Suryati (46) yang mengalami Dislokasi kaki kanan dan kiri.
Rini menjelaskan jenazah kedua korban ditemukan terpisah. Sang nenek ditemukan di kamar mandi lantai 1. Sedangkan cucu ditemukan di kamar mandi lantai 2.
"Posisi nenek ada di bawah, di lantai 1, yang cucunya di lantai 2," ujar Rini, Selasa (26/5/2026) dini hari.
Rini menambahkan, sang nenek saat itu terjebak diduga hendak menyelamatkan cucunya. Namun api yang berkobar membuat sang nenek kemudian menyelamatkan diri dengan berlindung di kamar mandi.
"Mungkin seperti itu ya (cucu akan menyelamatkan nenek di lantai 1 lalu berupaya keluar rumah), kita juga tidak tahu (kronologi persisnya). Tapi kalau melihat mungkin mau keluar tapi api di depan sudah membara, jadi mungkin dia (nenek) mau menyelamatkan diri, karena posisinya nenek ada di kamar mandi ya," jelasnya.
Sebelumnya, kebakaran hebat melanda sebuah rumah berlantai dua di kawasan Banyu Urip, Surabaya. Akibatnya, dua orang penghuni tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada Senin (25/5) pukul 22.30 WIB. Sebanyak 14 unit armada pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api.
"Malam hari ini kami mendapat kabar pukul 22.30 WIB, teman-teman damkar langsung menuju ke lokasi dan melakukan pemadaman awal," kata Rini di lokasi kejadian, Selasa (26/5/2026) dini hari.
Menurut Rini, lantai satu bangunan tersebut digunakan sebagai tempat usaha perbaikan (bengkel) motor listrik. Sementara itu, lantai dua berfungsi sebagai toko sembako sekaligus tempat tinggal. Saat petugas tiba, seluruh bagian di lantai satu sudah hangus terbakar.
Berdasarkan penyelidikan awal, api diduga kuat berasal dari korsleting listrik saat pengisian daya (charger) baterai motor listrik. Kandungan lithium pada baterai menyebabkan terjadinya ledakan, sehingga api merembet dan membesar dalam waktu singkat.
"Dugaan awal itu dari korsleting listrik dari charger motor listrik. Karena berbahan baterai lithium, terjadi ledakan dan api menjalar cepat sekali," ujar mantan Kepala BPBD Linmas Surabaya tersebut.
(auh/abq)
