Kabar duka datang dari Tanah Suci. Dua jemaah haji asal Kota Malang dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan rangkaian ibadah haji 2026 di Mekkah, Arab Saudi. Kedua jemaah yang tergabung dalam kloter 11 tersebut mengembuskan napas terakhirnya karena sakit.
Kedua jemaah tersebut sebelumnya dilepas dan diberangkatkan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, pada Kamis (23/4/2026) lalu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Malang Elis Mufida membenarkan informasi mengenai wafatnya dua jemaah asal Kota Malang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benar, ada dua jemaah haji asal Kota Malang yang meninggal dunia di Mekkah karena sakit," ujar Elis saat dikonfirmasi, Rabu (27/5/2026).
Identitas jemaah pertama yang wafat diketahui bernama Fajar Puja Sasmita, warga Kedungkandang, Kota Malang. Fajar dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (7/5/2026).
Sementara jemaah kedua adalah Fatkhurrahman Bin Mochsin, warga Pakis. Fatkhurrahman meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit King Abdul Aziz Makkah Al Mukaromah pada Jumat (22/5/2026).
Terkait detil penyebab wafatnya kedua jemaah, Elis belum bisa membeberkan secara rinci. Pihaknya menyerahkan hal tersebut kepada petugas yang mendampingi jemaah di lokasi.
"Penyebabnya karena sakit. Untuk detail kronologis saat wafat mohon maaf tidak bisa kami sampaikan karena kondisinya di Mekkah. Yang bisa menjelaskan ketua kloter dan tenaga kesehatan yang bertugas," jelas Elis.
Sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku di Arab Saudi, kedua jemaah haji tersebut telah dimakamkan di Mekkah pada hari yang sama saat mereka dinyatakan meninggal dunia.
Di sisi lain, Elis memastikan bahwa kondisi mayoritas jemaah haji asal Kota Malang yang saat ini berada di Arab Saudi dalam keadaan sehat walafiat.
Berdasarkan laporan dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kota Malang, seluruh rangkaian ibadah sejauh ini berjalan dengan lancar.
"Alhamdulillah, ibadah wukuf di Arafah berjalan lancar dan baik. Pelayanan syarikah dan PPIH Arab Saudi sangat baik. Sekarang jemaah di Mina mau jumrah aqabah," tuturnya.
Kondisi cuaca di Mekkah saat ini tergolong ekstrem dengan suhu udara mencapai 43 derajat celsius pada siang hari.
Namun, Elis menegaskan situasi tersebut tidak menjadi kendala berarti bagi para jemaah berkat adanya strategi mitigasi dari petugas.
"Skema murur sangat membantu bagi jamaah risiko tinggi dan lansia. Sekarang sedang melaksanakan lempar jumrah aqabah dan tahalul awal," pungkas Elis.
(auh/abq)
