Perayaan Hari Raya Idul Adha di Kabupaten Blitar berubah menjadi tragedi setelah sebuah petasan yang dipasang pada balon udara meledak di area persawahan Dusun Tekik, Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari.
Ledakan itu menewaskan seorang pemuda dan melukai dua anak-anak yang berada di lokasi. Polisi kini masih melakukan penyelidikan terkait asal-usul petasan dan balon udara ilegal tersebut. Berikut sederet fakta insiden maut balon udara di Blitar.
5 Fakta Balon Udara Ilegal Meledak di Sawah Blitar
1. Ledakan Terjadi Jelang Salat Id
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB saat warga bersiap melaksanakan salat Id. Tiga warga Desa Tambakan diketahui berkumpul di area persawahan untuk menerbangkan balon udara yang dipasangi rangkaian petasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Balon udara itu dipasangi petasan. Kemudian petasan itu meledak dan mengenai korban. Korban IH mengalami luka serius," terang Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Muheni.
2. Satu Pemuda Tewas dengan Luka Parah
Korban berinisial IH (23) mengalami luka berat akibat ledakan petasan yang meledak saat masih dipegang. Korban mengalami luka bakar serius hingga lengan kanan putus.
"Selanjutnya para korban dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo, untuk mendapatkan perawatan. Namun, korban IH dinyatakan meninggal dunia," jelas Muheni.
3. Dua Anak-anak Ikut Jadi Korban
Selain korban meninggal, dua anak berinisial ADR (11) dan DS (12) juga terluka akibat ledakan tersebut. Keduanya mengalami luka lecet ringan dan kini menjalani perawatan.
"Tiga korban yakni dengan inisial IH (23), ADR (11) dan DS (12). Seluruhnya merupakan warga Desa Tambakan Kecamatan Gandusari," kata Muheni.
4. Polisi Masih Selidiki Penyebab Ledakan
Polres Blitar memastikan penyebab pasti ledakan masih dalam proses penyelidikan. Polisi juga masih mendalami asal-usul bubuk mercon dan pembuat balon udara tersebut.
"Untuk penyebab masih belum bisa dipastikan, masih dalam penyelidikan. Anggota sudah di TKP, mohon waktu," tandas Muheni.
5. Lokasi Kejadian Dipasangi Garis Polisi
Pasca-insiden, polisi langsung melakukan olah TKP di area persawahan Dusun Tekik. Petugas mengumpulkan serpihan balon udara dan petasan sebagai barang bukti.
"Anggota masih terus melakukan penyelidikan dan pendalaman, untuk penanganan lebih lanjut. Mohon waktunya," pungkasnya.
(ihc/dpe)
