Sebanyak 10 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Debarkasi Surabaya telah tiba di Asrama Haji Sukolilo sejak Senin (1/6). Pada kloter pertama, dikeketahui satu jemaah wafat dan tertunda kepulangannya akibat sakit.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam, menjelaskan bahwa kloter pertama awalnya berangkat dengan total 380 jemaah. Namun, satu jemaah dilaporkan wafat di Tanah Suci sebelum puncak ibadah haji, dan satu jemaah lainnya terpaksa menunda kepulangan karena harus menjalani perawatan medis.
"Satu jemaah wafat sebelum puncak haji, dan satu jemaah lagi sakit di rumah sakit Makkah, Arab Saudi. Insyaallah kita akan lihat perkembangannya, nanti akan diikutkan di kloter berikutnya," jelas Anam di Asrama Haji, Selasa (2/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anam menambahkan, jemaah haji kloter pertama yang wafat di Tanah Suci dipastikan akan mendapatkan hak asuransi serta sertifikat badal haji.
Kedatangan 378 jemaah haji kloter pertama asal Kabupaten Probolinggo ini disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Asrama Haji Surabaya pada Selasa (2/6/2026) dini hari.
Khofifah, yang juga menjabat sebagai Koordinator PPIH Embarkasi Surabaya, menyampaikan rasa syukur melihat para jemaah kembali dalam kondisi yang sehat dan bugar. Ia mendoakan agar seluruh ibadah yang telah dijalankan membawa keberkahan.
"Alhamdulillah kita menyambut para jemaah haji dalam keadaan fresh. Semoga Bapak dan Ibu menjadi haji yang mabrur dan hajah yang mabruroh, serta semakin meningkat kualitas keimanan dan ketakwaannya," pungkas Khofifah.
(ihc/abq)