Wamen Fauzan Ungkap Faktor Utama Orang Tua Memilih Kampus

Wamen Fauzan Ungkap Faktor Utama Orang Tua Memilih Kampus

Sugeng Harianto - detikJatim
Sabtu, 06 Jun 2026 18:45 WIB
Wamendikti Prof. Dr. Fauzan saat tiba di Universitas Muhammadiyah Jawa Timur
Wamendikti Prof. Dr. Fauzan saat tiba di Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (Foto: Istimewa)
Madiun -

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, melakukan kunjungan kerja ke Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), yang sebelumnya bernama Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), Sabtu (6/6/2026).

Guru Besar bidang pendidikan tersebut mengungkapkan hasil riset Dewan Pendidikan Tinggi Kementerian Diktisaintek terkait harapan orang tua dan calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi.

"Salah satunya menanyakan perguruan tinggi seperti apa yang diinginkan orang tua," kata Fauzan kepada wartawan di Kampus Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Sabtu (6/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Fauzan, mayoritas orang tua dan calon mahasiswa memiliki harapan yang sama terhadap perguruan tinggi. Mereka menginginkan kampus yang mampu memberikan kepastian kelulusan serta memiliki jaringan yang luas sehingga dapat membantu menjamin peluang kerja bagi lulusannya.

ADVERTISEMENT

"Antara calon mahasiswa dengan orang tua sama (jawabannya). Ini potret cara berfikir orang tua masa kini. Sekarang kalau itu kita jadikan satu challenge satu tantangan apa yang harus kita perbuat. Persoalan kepastian lulus tadi harus diterjemahkan dengan pasti oleh perguruan tinggi. Misalnya, kuliah di UMJT, maka 3,5 tahun, 4 tahun pasti lulus. Itu memberi kepastian kepada mahasiswa," jelas Fauzan.

Selain kepastian lulus, Fauzan menilai perguruan tinggi juga harus mampu memberikan nilai tambah yang dirasakan langsung oleh masyarakat maupun para pemangku kepentingan.

"Harus ada value, nilai apa yang dirasakan masyarakat oleh stakeholder. Jangan sampai kelihatan setelah kuliah tambah bingung saat sudah lulus. Kenapa seperti itu. Karena yang kita berikan hal-hal normatif, tidak memiliki pengalaman pragmatis," imbuh Fauzan.

Dalam kesempatan tersebut, Fauzan juga menekankan pentingnya membangun budaya institusi yang mengedepankan humanisme dan kolaborasi di lingkungan kampus.

"Membangun corporat culture, budaya institusi seperti yang saya tadi katakan yaitu soal humanisme bagaimana orang datang di UMJT ini menjadi kerasan nyaman maka antar person saling bekerjasama berkolaborasi jangan menggunakan teori senior junior, itu embrio feodalisme," tandas Fauzan.




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads