Fakta-fakta Petinggi PBNU Tinjau Ponpes Ploso Kediri Jelang Munas-Konbes

Fakta-fakta Petinggi PBNU Tinjau Ponpes Ploso Kediri Jelang Munas-Konbes

Denza Perdana - detikJatim
Minggu, 07 Jun 2026 08:40 WIB
Rais Aam dan Sekjen PBNU berkunjung ke Ponpe Al Falah Ploso Kediri
Rais Aam dan Sekjen PBNU berkunjung ke Ponpes Al Falah Ploso Kediri. (Foto: Dok. Istimewa)
Kediri -

Persiapan jelang perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 dimatangkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Petinggi PBNU turun langsung meninjau kesiapan Ponpes Al Falah Ploso Kediri yang ditunjuk jadi tuan rumah. Para petinggi disambut pengurus ponpes dalam suasana yang gayeng.

Ada sejumlah fakta menarik dalam kunjungan para petinggi PBNU ini. Berikut sejumlah fakta dan poin-poin krusial terkait persiapan hajat akbar Nahdliyin yang dijadwalkan berlangsung pada 20-22 Juni 2026 itu.

Fakta-fakta Kunjungan Petinggi PBNU ke Ponpes Al Falah Ploso Kediri

1. Rais Aam dan Sekjen Turun Gunung Cek Lokasi

Rombongan pengurus pusat PBNU datang ke Kediri dipimpin Rais 'Aam KH Miftachul Akhyar, Wakil Rais 'Aam KH Anwar Iskandar, serta Sekretaris Jenderal PBNU KH Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Kehadiran mereka untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta koordinasi teknis dengan pengasuh pesantren.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mendampingi Rais Aam, ada Prof. M. Nuh dan Gus Anwar Iskandar, untuk menyampaikan berbagai persiapan yang sudah dilakukan. Sekaligus menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Al Falah Ploso melalui Kiai Huda Jazuli yang telah bersedia menjadi tuan rumah Munas dan Konbes NU tahun 2026," kata Gus Ipul, Sabtu (6/6/2026).

ADVERTISEMENT

Gus Ipul menambahkan, PBNU sangat terbantu dengan gotong royong para keluarga kiai, gus-gus, hingga ribuan santri di Ponpes Ploso.

"Kami sungguh bersyukur karena Pesantren Ploso telah siap dari sisi sarana-prasarana maupun dukungan lain yang diperlukan guna menyukseskan Munas dan Konbes. Ini tentu sangat meringankan tugas PBNU sebagai penyelenggara," ujarnya.

"Kami berterima kasih kepada seluruh gus-gus, para pengurus, dan para santri yang telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Dukungan ini sangat berarti bagi kelancaran pelaksanaan Munas dan Konbes," tambahnya.

2. Munas di Kediri, tapi Pembukaan Berpeluang Digeser ke Madura

Meskipun pusat kegiatan dan persidangan bertempat di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, PBNU membeberkan sebuah opsi menarik terkait seremonial pembukaan acara. Pihak panitia pusat saat ini tengah mengkaji alternatif untuk menempatkan lokasi pembukaan di Pulau Madura, tepatnya di Kabupaten Bangkalan.

"Kalau sesuai rencana, pelaksanaan Munas dan Konbes berlangsung 21 sampai 22 Juni, sementara pembukaannya pada 20 Juni. Salah satu alternatif yang sedang dipertimbangkan adalah di Bangkalan. Semua masih dalam proses pematangan," jelas Gus Ipul memaparkan skenario penjadwalan.

3. Bocoran Agenda: Jadi Ajang Rebutan Tuan Rumah Muktamar NU

Selain membahas isu-isu keumatan, forum Munas dan Konbes di Kediri ini dipastikan bakal menghangat karena menjadi jembatan menuju Muktamar NU pada Agustus 2026. Salah satu agenda internal paling dinanti adalah penentuan wilayah mana yang akan dipilih menjadi tuan rumah Muktamar berikutnya. Gus Ipul membocorkan bahwa sudah ada beberapa pengurus wilayah yang mengajukan diri.

"Nanti akan dibahas pada saat Munas dan Konbes. Ada beberapa wilayah yang telah menyampaikan kesiapannya menjadi tuan rumah Muktamar. Berbagai pertimbangan akan didiskusikan secara lebih serius dalam forum tersebut," ungkap Gus Ipul.

PBNU berharap seluruh tahapan konsolidasi di Jawa Timur ini dapat bergulir lancar demi menyongsong agenda besar di bulan Agustus nanti. "Kami memohon doa dari seluruh jamaah Nahdlatul Ulama dan masyarakat Indonesia agar proses menuju Muktamar pada Agustus mendatang berjalan lancar, sukses, dan penuh berkah," pungkasnya.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads