Operasional Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, dipastikan kembali berjalan normal setelah proses evakuasi truk ODOL bermuatan rongsokan yang terguling ke laut saat debarkasi kapal Roro rute Gilimas-Tanjungwangi selesai dilakukan.
Truk golongan VI B yang mengalami kecelakaan di area dermaga itu berhasil dievakuasi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Sementara muatan rongsokan yang berserakan dan sebagian tercebur ke laut dipindahkan ke truk pengganti pada Senin (8/6/2026) pagi.
General Manager Pelabuhan Tanjungwangi Eko Budyasmoro mengatakan, seluruh proses penanganan telah selesai sehingga aktivitas pelabuhan dapat kembali berlangsung tanpa hambatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Senin pagi, 8 Juni 2026, muatan berupa barang rongsokan dipindahkan ke truk lain untuk melanjutkan proses pengiriman ke tempat tujuan. Kegiatan pemindahan muatan berlangsung dengan lancar dan seluruh barang yang dapat diselamatkan telah dimuat kembali," jelas Eko kepada detikJatim, Senin (8/6/2026).
Sejak insiden truk terguling di dermaga menurut Eko tidak ada gangguan pelayanan yang berarti. Seluruh personel langsung difokuskan pada upaya penanganan dan pengendalian arus lalu lintas sehingga tidak ada yang terhambat.
Eko menambahkan, saat proses evakuasi kendaraan dan penanganan muatan secara telah selesai dilaksanakan, serta situasi di lokasi kejadian telah kembali kondusif.
"Hingga saat ini, kegiatan operasional di Pelabuhan Tanjung Wangi berjalan aman, lancar, dan kondusif. Tidak terdapat gangguan yang berdampak terhadap aktivitas pelayanan maupun arus kendaraan di area pelabuhan," tegas Eko.
Diketahui, Sebuah truk Over Dimension dan Over Loading (ODOL) dengan muatan rongsokan terguling di dermaga pelabuhan Tanjungwangi saat proses debarkasi dari kapal Roro rute Gilimas-Tanjungwangi.
Wiji, salah seorang supir truk yang menyaksikan peristiwa tersebut menyebut sopir dari truk yang terguling tengah membetulkan tali pengikat yang tersangkut. Namun, sopir tampaknya lupa tidak mengaktifkan rem tangan sebelum meninggalkan kemudi.
"Sopirnya itu terlihat sedang membetulkan tali dan tiba-tiba truknya bergerak mundur. Dia lari mencoba narik tuas rem tangan berkali kali tetap gagal menghentikan laju truk," terang Wiji melalui pesan suara, Senin (8/6/026).
Sementara Jiono salah seorang sopir menyebut pengemudi truk yang terguling itu bernama Anggar, yang bersangkutan sudah biasa membawa truk dengan muatan besar dari solo.
"Itu truk Solo, bawa rongsokan dari NTB. Pak Anggar mencoba menyelamatkan truk yang tersangkut dan truk mundur dia mencoba tarik tuas rem tiga kali katanya," jelas Jiono menambahkan.
Saat posisi truk mundur, kecelakaan pun tak bisa dihindarkan. Akibat kehilangan keseimbangan truk oleng ke kanan, pembatas dermaga tidak mampu menahan hingga truk tercebur ke laut.
(auh/hil)