Universitas Al-Azhar Mesir kembali menunjuk Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor sebagai penyelenggara ujian penempatan bahasa Arab bagi calon mahasiswa asal Indonesia. Penunjukan ini menjadi yang ketiga kalinya secara beruntun di kampus yang berada di Kabupaten Ponorogo tersebut.
Ratusan calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Kairo mengikuti ujian Tahdid Al-Mustawa yang digelar di kampus UNIDA Gontor. Tercatat sebanyak 220 peserta ambil bagian dalam tes yang menjadi syarat wajib sebelum memasuki perkuliahan di Al-Azhar.
Pihak UNIDA Gontor menyebut, keberlanjutan kerja sama tersebut menunjukkan kepercayaan yang masih diberikan Al-Azhar terhadap kemampuan kampus dalam mengelola kegiatan akademik bertaraf internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"UNIDA Gontor kembali mendapat amanah dari Universitas Al-Azhar Mesir untuk menyelenggarakan Tes Tahdid Al-Mustawa bagi calon mahasiswa Indonesia. Tahun ini merupakan pelaksanaan tahun ketiga secara berturut-turut," tulis keterangan resmi kampus.
Ratusan peserta yang mengikuti ujian merupakan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang sebelumnya telah lolos seleksi melanjutkan pendidikan ke Mesir. Mereka datang dari berbagai daerah untuk mengikuti tahapan penempatan kemampuan bahasa Arab tersebut.
Guna mendukung kelancaran pelaksanaan, panitia menyiapkan dua lokasi ujian yang dilengkapi fasilitas digital. Ujian berlangsung di Hall Multimedia dan Laboratorium Computer Based Test (CBT) UNIDA Gontor.
Tes Tahdid Al-Mustawa sendiri berfungsi untuk memetakan kemampuan bahasa Arab mahasiswa asing sebelum mereka memulai studi di Al-Azhar. Dari hasil tes tersebut, pihak universitas akan menentukan jalur pembelajaran yang sesuai bagi masing-masing mahasiswa.
"Tes ini menjadi dasar penempatan mahasiswa, baik untuk langsung mengikuti program akademik maupun menjalani program penguatan bahasa Arab terlebih dahulu," lanjut keterangan tersebut.
Adapun materi yang diujikan meliputi kemampuan mendengar, membaca, menulis, hingga berbicara dalam bahasa Arab. Sebagian besar ujian dilaksanakan menggunakan sistem komputer, sementara kemampuan berbicara diuji secara terpisah sesuai ketentuan Al-Azhar.
UNIDA Gontor menilai tingginya jumlah peserta tahun ini menjadi gambaran masih kuatnya minat generasi muda Indonesia untuk menimba ilmu di Al-Azhar Mesir. Kampus tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam paling berpengaruh di dunia.
Melalui berbagai program pengembangan bahasa dan kerja sama internasional yang terus diperluas, UNIDA Gontor berupaya memperkuat perannya sebagai jembatan bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri.
"Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi UNIDA Gontor untuk terus meningkatkan kualitas layanan akademik dan memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan," tulis pihak kampus.
(irb/hil)