Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 Per Liter, Cek Harga BBM di Jatim

Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 Per Liter, Cek Harga BBM di Jatim

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Rabu, 10 Jun 2026 10:30 WIB
Produk BBM di SPBU Pertamina dari Pertalite, Solar, hingga Pertamax
Produk BBM di SPBU Pertamina dari Pertalite, Solar, hingga Pertamax. Foto: Henri Aja/Wikimedia Commons/CC BY-SA 4.0
Surabaya -

Mulai 10 Juni 2026, Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter. Harga BBM Pertamax mengalami kenaikan sebesar Rp 3.950 per liter, di mana harga sebelumnya dipatok Rp 12.300. Kenaikan juga berlaku untuk Pertamax Green 95 yang kini dijual Rp 17.000 per liter.

Meski demikian, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan. Lantas, apa alasan di balik kenaikan harga Pertamax dan produk BBM nonsubsidi lainnya? Berikut penjelasan lengkap serta daftar harga BBM terbaru yang berlaku di SPBU Pertamina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenapa Harga Pertamax Naik?

Menurut keterangan resmi Pertamina Patra Niaga yang dikutip detikFinance, penyesuaian harga dilakukan setelah melalui proses evaluasi berkala sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi ditentukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk perkembangan harga minyak mentah dunia dan harga pasar keekonomian.

ADVERTISEMENT

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujar Roberth dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2026).

Ia juga menegaskan keputusan tersebut tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator sektor energi.

Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamina bukan hanya dipengaruhi satu faktor. Pertamina menyebut terdapat beberapa komponen yang menjadi dasar evaluasi harga, antara lain sebagai berikut.

1. Harga Minyak Mentah Dunia

Harga minyak mentah global menjadi salah satu faktor utama yang menentukan biaya pengadaan bahan bakar. Ketika harga minyak dunia meningkat, biaya produksi dan distribusi BBM ikut terdorong naik, sehingga mempengaruhi harga jual di tingkat konsumen.

2. Harga Produk Olahan di Pasar Internasional

Selain minyak mentah, Pertamina juga memperhitungkan harga produk olahan atau refined products yang diperdagangkan di pasar global. Perubahan harga produk olahan tersebut akan berdampak pada biaya penyediaan BBM nonsubsidi.

3. Nilai Tukar Rupiah

Fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar AS turut menjadi komponen penting dalam perhitungan harga BBM. Melemahnya nilai tukar rupiah dapat meningkatkan biaya impor energi sehingga berpengaruh terhadap harga jual BBM nonsubsidi.

4. Kondisi Sosial dan Daya Beli Masyarakat

Pertamina menyatakan bahwa perusahaan tidak hanya mempertimbangkan aspek bisnis, tetapi kondisi ekonomi masyarakat.

Dalam pernyataan sebelumnya terkait evaluasi harga BBM nonsubsidi, Roberth menjelaskan Pertamina turut memperhatikan daya beli konsumen, stabilitas nasional, dan situasi sosial ekonomi yang berkembang.

"Produk nonsubsidi pada prinsipnya mengikuti harga keekonomian dan mengacu pada ketentuan dan peraturan yang berlaku," ujar Roberth.

Apakah Harga Pertalite dan Biosolar Ikut Naik?

Tidak. Di tengah kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green, harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan. Per 10 Juni 2026, harga BBM subsidi masih sebagai berikut.

  • Pertalite: Rp 10.000 per liter
  • Biosolar: Rp 6.800 per liter

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Mulai 10 Juni 2026 di Jatim

Sejumlah BBM nonsubsidi mengalami perubahan harga, termasuk Pertamax dan Pertamax Green 95 yang naik dibandingkan harga sebelumnya. Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dijual dengan harga yang sama. Berikut daftar harga BBM Pertamina terbaru yang berlaku di Jatim mulai 10 Juni 2026.

Pertamax Series

  • Pertamax (RON 92): Rp 16.250 per liter
  • Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 17.000 per liter
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp 20.750 per liter (tetap)

Dex Series

  • Dexlite (CN 51): Rp 23.000 per liter (tetap)
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp 24.800 per liter (tetap)

Apakah Pasokan Pertamax Tetap Aman Setelah Harga Naik?

Pertamina memastikan ketersediaan produk tetap aman di seluruh jaringan SPBU. Menurut Roberth, perusahaan terus menjaga kualitas layanan serta memastikan distribusi BBM berjalan normal di berbagai wilayah Indonesia.

"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina," kata Roberth. Masyarakat juga dapat memantau informasi harga terbaru melalui kanal resmi Pertamina maupun aplikasi MyPertamina.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads