Doa Akhir Tahun Hijriah: Bacaan, Waktu Membaca dan Hukumnya

Doa Akhir Tahun Hijriah: Bacaan, Waktu Membaca dan Hukumnya

Mira Rachmalia - detikJatim
Jumat, 12 Jun 2026 09:00 WIB
Umat Islam melantunkan selawat saat muhasabah akhir tahun di Masjid Raya Al-Azhom, Kota Tangerang, Banten, Rabu (31/12/2025). Kegiatan muhasabah, zikir serta selawat pada malam akhir tahun 2025 tersebut untuk mendoakan korban bencana alam di Sumatra serta untuk meminta keberkahan di Tahun Baru 2026. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar
Ilustrasi berdoa. Simak bacaan doa akhir tahun. Foto: ANTARA FOTO
Surabaya -

Menjelang pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, banyak umat Islam mulai mencari bacaan doa akhir tahun Hijriah yang biasa diamalkan pada penghujung bulan Dzulhijjah.

Doa ini dikenal sebagai salah satu amalan yang berisi permohonan ampun kepada Allah SWT atas berbagai kesalahan selama setahun terakhir sekaligus harapan agar amal ibadah yang telah dilakukan diterima.

Namun, tidak sedikit pula yang bertanya-tanya mengenai hukum membaca doa akhir tahun karena amalan ini tidak ditemukan secara khusus dalam hadis sahih yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, apa sebenarnya doa akhir tahun Hijriah, kapan waktu membacanya, dan bagaimana pandangan ulama mengenai amalan tersebut? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Doa Akhir Tahun Hijriah?

Doa akhir tahun Hijriah adalah doa yang lazim dibaca menjelang berakhirnya tahun Hijriah, tepatnya pada hari terakhir bulan Dzulhijjah sebelum masuk 1 Muharram. Secara umum, isi doa tersebut memuat beberapa makna penting berikut.

ADVERTISEMENT
  • Memohon ampunan atas dosa dan kesalahan selama setahun terakhir.
  • Mengakui kelemahan dan kekhilafan sebagai manusia.
  • Memohon agar amal ibadah diterima Allah SWT.
  • Berharap diberikan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun berikutnya.

Meski populer di tengah masyarakat muslim, penting dipahami bahwa doa akhir tahun bukan termasuk ibadah wajib maupun sunah yang secara khusus diajarkan Rasulullah SAW.

Bacaan Doa Akhir Tahun Hijriah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Dirangkum dari berbagai sumber, bacaan doa akhir tahun Hijriah memiliki dua versi, yakni versi panjang dan versi pendek. Berikut selengkapnya doa akhir tahun yang bisa diamalkan menjelang Tahun Baru Hijriah.

Doa Akhir Tahun Lengkap Bacaan Arab-Latin

Dirangkum dari detiksulsel, melansir buku "Terjemah dan Fadhilah Majmu' Syarif" oleh Ustaz Rusdianto, berikut bacaan doa akhir tahun Hijriah yang dibaca sebanyak tiga kali.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتُ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ. فَإِنِّى أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِ. وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيَّ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ.

اللَّهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّى وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Arab Latin: Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamin. Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa wa maulanaa Muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam. Allaahumma maa 'amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitanii 'an-hu falam atub min-hu wa lam tardhahuu wa lam tansahuu wa halimta 'alayya ba'da qudratika 'alaa uquubatii wa da'autanii ilattaubati min-hu ba'da jur-atii alaa ma'shiyatika fa innii astaghfiruka fagfirlii. Wa maa 'amiltu fiihaa mimmaa tardhaahu wa wa'adtanii 'alaihits tsawaaba fa as-aluka. Allaahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikraam an tataqabbalahuu minnii wa laa taqtha' rajaa-ii minka yaa kariim, wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah kukerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untukku, dan Engkau telah mengajakku untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, aku mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepadaku dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah kukerjakan selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, aku mohon kepada-Mu. Wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi, dan kepada keluarga dan sahabatnya.

Bacaan Doa Akhir Tahun Versi Pendek

Melansir laman NU Online, Mufti Jakarta abad ke-19-20 M Habib Utsman bin Yahya dalam kitab Maslakul Akhyar menuliskan doa akhir tahun. Adapun doa akhir tahun yang dianjurkan Rasulullah SAW, ini dibaca sebanyak 3 kali sebelum maghrib pada hari terakhir di bulan Dzulhijjah. Berikut bacaan doa akhir tahun versi pendek:

اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيهَا عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَانَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْ لِي وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْتَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيمُ.

Arab Latin: Allaahumma maa 'amiltu min 'amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii 'anhu wa lam atub minhu, wa halumta fiihaa 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alaa 'uquubatii, wa da'autanii ilat taubati min ba'di jaraa-atii 'alaa ma'shiyatik. Fa innistaghfartuka faghfir-lii wa maa 'amiltu fiihaa mimmaa tardhaa, wa wa'attanii 'alaihits tsawaaba, fa as-aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha' rajaa-ii minka yaa kariim.

Artinya: Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.

Kapan Waktu Membaca Doa Akhir Tahun?

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul menjelang Tahun Baru Islam adalah mengenai waktu membaca doa akhir tahun. Berdasarkan penjelasan dalam buku "Terjemah dan Fadhilah Majmu' Syarif", doa akhir tahun umumnya dibaca setelah salat Ashar pada hari terakhir bulan Dzulhijjah hingga menjelang Maghrib.

Waktu tersebut dipilih karena dalam sistem penanggalan Hijriah, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam atau masuk waktu Maghrib. Artinya, ketika Maghrib tiba, bulan Muharram dan tahun Hijriah yang baru telah dimulai.

Untuk tahun ini, berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia, akhir Dzulhijjah 1447 Hijriah bertepatan dengan tanggal 15 Juni 2026. Karena itu, doa akhir tahun biasanya dibaca pada sore hari sebelum masuk waktu Maghrib.

Apakah Membaca Doa Akhir Tahun Wajib Dilakukan?

Tidak ada kewajiban dalam syariat Islam yang mengharuskan umat Islam membaca doa akhir tahun. Bagi yang ingin mengamalkannya sebagai bentuk doa dan muhasabah, hal tersebut dapat dilakukan.

Sebaliknya, bagi yang memilih memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur'an, berzikir, atau berdoa dengan lafaz lain, tetap mendapatkan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Yang terpenting adalah menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum evaluasi diri, memperbaiki kekurangan, dan memperkuat niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik pada tahun mendatang.

Menjelang Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, momen ini bisa menjadi kesempatan berharga untuk mengevaluasi diri dan menyusun niat yang lebih baik di tahun yang baru.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads