Hubungan Seks Sesama Lelaki Jadi Faktor Utama Penyebab HIV di Gresik

Hubungan Seks Sesama Lelaki Jadi Faktor Utama Penyebab HIV di Gresik

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Jumat, 12 Jun 2026 09:10 WIB
Grup Gay Gresik di Facebook
Grup Gay Gresik di Facebook (Foto: Jemmi Purwodianto/detikJatim)
Gresik -

Fenomena grup Facebook bertema gay yang belakangan menghebohkan masyarakat Gresik mengarah ke persoalan kesehatan masyarakat. Di tengah ramainya perbincangan soal keberadaan grup tersebut, hubungan seks sesama lelaki (LSL) tercatat menjadi salah satu faktor dominan penyebab kasus HIV di Kabupaten Gresik.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik menunjukkan selama periode Januari hingga April 2026 ditemukan 92 kasus baru HIV. Dari jumlah tersebut, hubungan seks sesama lelaki menyumbang porsi yang cukup besar.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik dr Puspitasari Wardani menjelaskan bahwa faktor penularan HIV di Gresik masih didominasi perilaku seksual berisiko. Selain hubungan sesama jenis, faktor lain yang turut berkontribusi adalah kebiasaan berganti-ganti pasangan seksual.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian ada faktor pasangan risiko tinggi atau biasanya sering ganti pasangan seksual," kata Puspitasari, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, angka kasus HIV di Gresik pada tahun ini belum menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena penularan masih terus ditemukan di masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Hampir sama dengan tahun lalu. Untuk faktor LSL di tahun ini sebanyak 26 persen," tambahnya.

Dinkes Gresik juga terus mengingatkan pentingnya kepatuhan pengobatan bagi penderita HIV. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas hidup pasien sekaligus menekan risiko penularan kepada pasangan.

Puspitasari menegaskan, terapi antiretroviral harus dikonsumsi secara rutin seumur hidup oleh pasien yang telah terdiagnosis HIV. Dengan pengobatan yang teratur, kondisi kesehatan pasien dapat tetap terjaga.

"Hal itu bertujuan untuk menjaga kondisi kesehatan pasien HIV dan meminimalkan penularan HIV pada pasangannya," tandasnya.

Sementara itu, kemunculan sejumlah grup Facebook yang dikaitkan dengan komunitas gay di Gresik turut menjadi perhatian publik. Berdasarkan penelusuran, terdapat grup "Gresik Gay Bebas" dengan ratusan anggota dan grup "Gay Gresik" yang diikuti ribuan akun.

Diberitakan sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik mengingatkan pentingnya penguatan nilai agama dan peran keluarga. MUI menilai masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai perilaku yang dinilai bertentangan dengan norma agama dan sosial.

Ketua Komisi Fatwa, Hukum, dan Pengkajian MUI Kabupaten Gresik KH Moh Zainuri mengatakan, MUI telah memiliki pedoman melalui Fatwa MUI Nomor 57 Tahun 2014 tentang Lesbian, Gay, Sodomi, dan Pencabulan. Fatwa tersebut menjadi landasan sikap MUI dalam memandang praktik hubungan sesama jenis.

"Berdasarkan fatwa tersebut, penyaluran hasrat seksual hanya dibenarkan melalui pernikahan yang sah antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, orientasi seksual kepada sesama jenis dipandang sebagai penyimpangan yang perlu diarahkan kembali kepada fitrah," jelasnya.

Menurut Zainuri, masyarakat perlu mengedepankan upaya pencegahan dan pembinaan. Ia menilai fenomena tersebut tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang lumrah di tengah kehidupan sosial masyarakat.

"Prinsip yang harus kita pegang adalah dar'ul mafasid muqaddamun 'ala jalbil mashalih. Fenomena ini dapat disebut sebagai bentuk jahiliyah modern yang tidak sesuai dengan fitrah manusia. Karena itu, segala bentuk penyimpangan seksual harus dicegah dan tidak boleh dibiarkan tumbuh di tengah masyarakat," tegasnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads