BMKG Sebut Bediding Berpotensi Landa Jatim hingga Agustus

BMKG Sebut Bediding Berpotensi Landa Jatim hingga Agustus

Aprilia Devi - detikJatim
Jumat, 12 Jun 2026 16:30 WIB
Ilustrasi fenomena bediding
Ilustrasi fenomena bediding (Foto: Gemini Generated Image)
Surabaya -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menyebut fenomena bediding atau suhu udara yang terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari berpotensi terjadi di Jawa Timur hingga Agustus 2026. Kondisi ini seiring dengan datangnya musim kemarau.

Prakirawan BMKG Juanda Andrie Wijaya mengatakan suhu dingin pada malam, dini hari, dan pagi hari merupakan fenomena yang umum terjadi saat musim kemarau.

"Saat ini Jawa Timur berada pada musim kemarau. Suhu dingin pada malam, dini hari, dan pagi hari diprakirakan terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Agustus 2026," kata Andrie saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (12/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BMKG menjelaskan bahwa fenomena yang kerap dikenal sebagai bediding ini disebabkan oleh minimnya tutupan awan, sehingga panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat dilepaskan kembali ke atmosfer pada malam hari.

ADVERTISEMENT

"Akibatnya, suhu minimum dapat turun hingga kisaran 22-24°C di Surabaya, bahkan lebih rendah di wilayah dataran tinggi Jawa Timur," jelasnya.

Dengan demikian, perbedaan suhu antara siang dan malam atau amplitudo suhu harian menjadi lebih besar dibandingkan saat musim hujan. Suhu udara saat siang sendiri diprakirakan berada di rentang 33-35 derajat celcius, bahkan bisa mencapai 36 derajat celcius di beberapa lokasi.

Oleh karena itu, masyarakat bisa merasakan siang yang cukup panas, namun malam hingga pagi hari terasa lebih sejuk atau dingin.




(abq/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads