Tiga jemaah asal Trenggalek meninggal dunia di Arab saudi selama rangkaian ibadah haji. Para jemaah tesebut berasal dari wilayah kota.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Subkan Hamzah, mengatakan tiga jemaah yang wafat adalah Suyudi warga Kelurahan Ngantru, Sulastri warga Kelurahan Kelutan dan Djemadi warga Kelurahan/Kecamatan Trenggalek.
"Terkahir itu Bapak Djemadi, kloter 105 meninggal dunia pada hari kemarin Rabu (10/6/2026) pukul 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Yang bersangkutan meninggal di kamar," kata Subkhan, Jumat (12/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya mengaku belum mengetahui penyebab kematiannya. Namun, dari catatan kesehatan, sebelum berangkat ibadah haji yang bersangkutan telah memiliki penyakit bawaan.
"Namun saat pemeriksaan kesehatan, kondisi fisik Pak Djemadi ini masih dinyatakan istitaah atau layak untuk mengikuti rangkaian ibadah haji," jelasnya.
Dua jemaah lain, Sulastri (73) kloter 105, regu 15, Rombongan 4, meninggal dunia di Kamar 405 Hotel 909, pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 18.50 WIB usai melaksanakan ibadah. Sementara itu Suyudi (77) kloter 105, rombongan 4, Regu 14 meninggal dunia pada 6 Mei 2026.
Subhan menambahkan saat ini secara umum konsisi jemaah haji asal Trenggalek dalam kondisi sehat. Seluruh rangkaian ibadah haji telah dilaksanakan dengan lancar dan tinggal menunggu jadwal kepulangan ke tanah air.
"Jemaah yang sebelumnya sempat dirawat, sekarang sudah sembuh dan kembali ke maktab," ujarnya.
Pihaknya kini tengah mengajuan pemindahan (tanazul) jemaah yang tergabung dalam kloter 109 dan 115 untuk bergabung dengan kloter 105. Harapannya mereka bisa pulang bersama-sama dengan jemaah haji asal Trenggalek.
"Semoga 109 dan 115 bisa pulang bareng dengan kloter 105, tidak gabung dengan jemaah Trenggalek yang lain," imbuhnya.
Sementara itu sesuai jadwal debarkasi Surabaya, jemaah haji asal Trenggalek akan tiba di tanah air pada 28 Juni 2026.
(ihc/abq)