Apa Saja Puasa Sunah di Bulan Muharram? Ini Jadwal dan Niat Lengkap

Apa Saja Puasa Sunah di Bulan Muharram? Ini Jadwal dan Niat Lengkap

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Sabtu, 13 Jun 2026 12:00 WIB
Ilustrasi puasa di bulan Muharram.
Ilustrasi puasa di bulan Muharram. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Bulan Muharram sering dianggap sebagai momen yang tepat untuk memulai lembaran baru dan memperbanyak amal ibadah. Di bulan yang istimewa ini, banyak umat Islam berharap bisa mengawali tahun Hijriah dengan amalan-amalan yang membawa keberkahan.

Lalu, puasa apa saja yang dianjurkan selama bulan Muharram? Selain puasa Asyura yang cukup dikenal, ada beberapa puasa sunah lain yang juga bisa dikerjakan. Berikut jenis-jenis puasa sunah di bulan Muharram lengkap dengan bacaan niat dan jadwal pelaksanaannya.

Puasa di Bulan Muharram

Anjuran untuk berpuasa pada bulan Muharram termaktub dalam sejumlah hadis. Salah satunya pada hadis riwayat Muslim. Rasulullah SAW bersabda:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa Muharram dan sholat yang paling utama setelah sholat fardu adalah sholat malam." (HR Muslim)

Oleh karena itu, muslim sangat dianjurkan untuk berpuasa di bulan Muharram. Nah, berikut ini jenis puasa sunah yang dapat dikerjakan pada bulan Muharram.

ADVERTISEMENT

1. Puasa Awal Bulan Muharram

Puasa yang sangat dianjurkan adalah pada hari pertama bulan Muharram. Anjuran tersebut didasarkan pada hadis riwayat Ibnu Abbas.

"Barang siapa berpuasa pada hari akhir Dzulhijjah dan awal Muharram, niscaya Allah ampunkan segala dosa-dosanya, walaupun selama 50 tahun melakukannya." (HR Ibnu Abbas)

Adapun niat puasa hari pertama Muharram sama dengan niat puasa Muharram pada umumnya. Berikut niat puasa Tahun Baru Islam 1 Muharram.

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta'âlâ

Artinya: Saya niat puasa Muharram karena Allah ta'âlâ.

2. Puasa Tasu'a

Puasa Tasu'a adalah puasa yang dikerjakan pada hari ke-9 bulan Muharram dalam penanggalan Hijriah. Puasa Tasu'a umumnya dirangkaikan dengan puasa Asyura, yakni pada hari ke-10 bulan Muharram. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, tatkala seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW:

"Wahai, Rasulullah, ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani". Maka, Rasulullah SAW kemudian bersabda, "Tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan." Ibnu Abbas berkata, "Tahun berikutnya belum datang, namun Rasulullah SAW meninggal terlebih dahulu." (HR Muslim)

Puasa ini dianjurkan untuk dilaksanakan bersama puasa Asyura pada 10 Muharram sebagai bentuk mengikuti sunah Rasulullah SAW dan untuk membedakan amalan umat Islam dengan kaum Yahudi. Berikut bacaan niat puasa Tasu'a.

نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Arab Latin: Naiwaitu shauma tasu'aa-i sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Saya berniat puasa sunah Tasu'a karena Allah Ta'ala.

3. Puasa Asyura

Puasa Asyura adalah puasa yang dilakukan hari ke-10 Muharram. Puasa ini juga dikatakan puasa yang paling utama untuk dikerjakan pada bulan pertama dalam kalender Hijriah tersebut.

Beberapa hadis menjelaskan keutamaan puasa ini, antara lain hadis dari Ibnu Abbas. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharram), maka Allah SWT memberinya pahala 10.000 malaikat. Dan, barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharram), maka ia diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumrah, dan 10.000 pahala orang mati syahid. Barang siapa mengusap kepala anak-anak yatim di hari tersebut, maka Allah SWT menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Barang siapa memberi makan kepada orang mukmin yang berbuka puasa di hari Asyura, maka seolah-olah ia memberi makan seluruh umat Rasulullah SAW yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka."

Karena keutamaannya tersebut, maka umat Islam sangat dianjurkan untuk mengerjakan puasa Asyura pada 10 Muharram. Adapun niat puasa Asyura adalah sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُرَ سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى.

Arab Latin: Naiwaitu shauma 'aasyura sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Saya berniat puasa sunah Asyura karena Allah ta'ala.

4. Puasa 11 Muharram

Selain puasa pada 9 dan 10 Muharram, umat Islam juga dianjurkan untuk berpuasa pada 11 Muharram. Hal itu berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas.

Rasulullah SAW bersabda, "Berpuasalah pada hari Asyura dan berbedalah dengan kaum Yahudi, dengan berpuasa satu hari sebelumnya dan satu hari sesudahnya." (HR Ahmad).

Amalan ini dilakukan untuk menyempurnakan puasa Asyura sekaligus membedakan tradisi puasa umat Islam dengan kaum Yahudi. Berikut bacaan niat puasa 11 Muharram yang bisa diamalkan.

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta'âlâ

Artinya: Saya niat puasa Muharram karena Allah ta'âlâ.

Puasa Sunah Lain di Bulan Muharram

Selain puasa Tasu'a, Asyura, dan puasa awal Muharram, umat Islam juga dapat mengerjakan sejumlah puasa sunah lain yang waktunya bertepatan bulan Muharram. Puasa-puasa ini memiliki keutamaan tersendiri dan tetap dianjurkan untuk diamalkan sebagai bentuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Berikut daftarnya.

1. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa yang dilakukan pada pertengahan bulan Hijriah, yakni pada 13, 14, dan 15. Puasa tersebut dapat dilakukan setiap bulan, termasuk bulan Muharram. Adapun niat puasa Ayyamul Bidh adalah sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta'âlâ.

Artinya: Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta'âlâ.

2. Puasa Senin Kamis

Puasa Senin Kamis juga tetap bisa dilakukan selama bulan Muharram sebagaimana bulan-bulan lainnya. Adapun hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, yaitu pada hari raya Idul Fitri (1 Syawal), hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah).

Kemudian hari tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah), separuh terakhir dari bulan Sya'ban, dan hari yang diragukan (30 Sya'ban, saat orang telah membicarakan rukyatul hilal atau ada kesaksian orang melihat hilal yang tidak bisa diterima, seperti kesaksian seorang anak kecil).

Niat Puasa Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ.

Artinya: Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta'âlâ.

Niat Puasa Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ.

Artinya: Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta'âlâ.

Jadwal Puasa Sunah Bulan Muharram 1448 H/2026

Memasuki Tahun Baru Islam 1448 H, muslim dapat memanfaatkan bulan Muharram untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan menjalankan puasa sunah. Agar tidak terlewat, berikut jadwal puasa sunah di bulan Muharram 1448 H/2026 berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama yang bisa dijadikan panduan.

Puasa Muharram dan Asyura

  • 1 Muharram: 16 Juni 2026
  • 9 Muharram (Tasu'a): 24 Juni 2026
  • 10 Muharram (Asyura): 25 Juni 2026
  • 11 Muharram: 26 Juni 2026

Puasa Ayyamul Bidh

  • 13 Muharram: 28 Juni 2026
  • 14 Muharram: 29 Juni 2026
  • 15 Muharram: 30 Juni 2026

Jadwal Puasa Senin Kamis Muharram 2026

Puasa Senin

  • 22 Juni 2026
  • 29 Juni 2026
  • 6 Juli 2026
  • 13 Juli 2026

Puasa Kamis

  • 18 Juni 2026
  • 25 Juni 2026
  • 2 Juli 2026
  • 9 Juli 2026

Mana yang Lebih Utama, Puasa Asyura atau Puasa Muharram Biasa?

Secara umum, seluruh puasa yang dilakukan pada bulan Muharram memiliki keutamaan besar karena Rasulullah SAW menyebut Muharram sebagai bulan terbaik untuk berpuasa setelah Ramadan. Meski demikian, puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram memiliki kedudukan yang lebih istimewa.

Dalam hadis sahih riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu. Keutamaan khusus inilah yang membuat puasa Asyura sering disebut sebagai puasa sunah paling utama di bulan Muharram.

Karena itu, ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak melewatkan puasa Asyura. Bahkan, agar lebih sempurna, puasa tersebut dianjurkan disertai puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram. Sementara itu, memperbanyak puasa sunah di hari-hari lain selama bulan Muharram juga tetap menjadi amalan yang sangat dianjurkan.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads