Suami Lansia Korban Tewas Gorong-gorong Tak Gugat Pemkot Surabaya

Suami Lansia Korban Tewas Gorong-gorong Tak Gugat Pemkot Surabaya

Faiq Azmi - detikJatim
Minggu, 14 Jun 2026 14:20 WIB
Edi Parlin, lansia yang istrinya tewas tercebur di gorong-gorong Surabaya
Edi Parlin, lansia yang istrinya tewas tercebur di gorong-gorong Surabaya/Foto: Faiq Azmi/detikJatim
Surabaya -

Dua orang pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia (lansia) pengendara sepeda motor tercebur ke dalam proyek gorong-gorong milik Pemkot Surabaya di Jalan Margorejo Indah, tepatnya di depan Plasa Marina, Jumat (12/6) malam. Lansia bernama Laila Endriati meninggal dunia, sementara suaminya Edi Parlin selamat.

Edi Parlin mengaku tidak memiliki niat untuk menuntut Pemkot Surabaya.

"Saya pikir untuk sementara tidak," kata Edi Parlin di rumah duka kawasan Kawatan VII Surabaya, Minggu (14/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski tidak menggugat Pemkot Surabaya, Edi meminta proyek-proyek pemerintah harus mengutamakan keamanan pekerja dan warga.

ADVERTISEMENT

"Ya saya harap Pemkot Surabaya safety keamanannya harus ditingkatkan. Bila perlu yang masih melanggar harus ditindak," tegasnya.

Edi sendiri mengaku dirinya tidak terluka parah. Bahkan ia tidak menjalani perawatan apapun di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain.

"Baik-baik saja saya, karena saya masuk di kubangan, tidak cacat sama sekali, dan tidak mendapat perawatan sama sekali. Kan istri saya loncat, kepalanya terkena beton," tandasnya.

Sebelumnya, tragedi terjadi di proyek gorong-gorong Jalan Margorejo Indah, tepatnya di depan Plasa Marina Surabaya, Jumat (12/6/2026) malam. Dua pengendara sepeda motor tercebur ke dalam saluran air yang masih dalam proses pembangunan. Akibat insiden itu, seorang perempuan bernama Laila Endriati meninggal dunia, sementara suaminya, Edi Parlin, selamat.

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan seorang warga bernama Tika pada pukul 19.55 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mengerahkan satu unit Tempur Poskotis Joyoboyo untuk melakukan evakuasi di lokasi kejadian.

Sehari setelah kejadian, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendatangi rumah duka di Jalan Kawatan Gang VII Surabaya untuk menyampaikan belasungkawa. Eri mengaku baru mengetahui insiden tersebut pada Sabtu (13/6/2026) pagi karena baru pulang menunaikan ibadah haji dan masih menjalani masa cuti.

"Jadi kami ikut turut berbelasungkawa. Saya itu baru pulang haji tadi malam sehingga kami itu masih dalam posisi cuti," kata Eri.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads