Sebuah bangunan di Kota Kediri menjadi korban amukan si jago merah, Senin (15/6/2026) dini hari.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Satpol PP Kota Kediri, Dhani Adi Projo mengungkapkan, kebakaran yang melanda bangunan di Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri itu pertama kali diketahui sekitar pukul 00.00 WIB.
Mendapat laporan dari masyarakat, tim Damkar Kota Kediri bergerak cepat melakukan pemadaman dan mengantisipasi agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Info pukul 12.00 WIB malam kami terima. Kita langsung tidak lanjuti," jelas Dhani kepada detikJatim, Senin (15/6/2026).
Menurut warga sekitar, bangunan tersebut merupakan gudang penyimpanan bahan pangan seperti sembako. Dari pantauan di lokasi kejadian, terdapat banyak kardus di dalam bangunan. Api terlihat berkobar cukup besar, terutama di bagian belakang bangunan.
"Info awal ini gudang kosong tapi berisi bahan-bahan kertas. Jadi cukup besar apinya," ujar Dhani.
Dalam upaya pemadaman, Damkar Kota Kediri menerjunkan lima unit armada yang terdiri atas satu mobil rescue dan empat mobil pemadam kebakaran. Selain itu, terdapat bantuan dua unit mobil pemadam dari Damkar Kabupaten Kediri.
"Kita dibantu dari teman-teman Kabupaten Kediri, mengirimkan 2 unit pemadam kebakaran. Untuk air kita isi ulang dari damkar dan Sekartaji," tambahnya.
Dhani menjelaskan, banyaknya material kertas di dalam bangunan membuat petugas harus bekerja ekstra untuk menjinakkan api. Meski begitu, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan.
"Ini kan barangnya kertas. Tapi bisa kita usahakan. Yang penting enggak plastik, plastik agak sulit," tuturnya.
Api mulai padam sekitar pukul 02.30 WIB atau lebih dari dua jam setelah laporan pertama diterima.
"Sudah 80 persen kita kendalikan apinya," ungkap Dhani lagi.
Hingga berita ini ditulis, petugas Damkar Kota Kediri masih melakukan langkah antisipasi serta penyelidikan terkait penyebab kebakaran tersebut.
"Kita masih identifikasi titik awal api. Untuk korban, karena masih gelap nanti saat sudah terang kita masuk untuk mengecek. Begitu juga dengan kerugian, akan kita sampaikan lebih lanjut," jelasnya.
Untuk sementara, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik yang kemudian menyambar tumpukan kertas di dalam bangunan.
"Apalagi cuaca panas, angin cukup kencang, jadi kalau kertas terbakar (lebih cepat)," pungkasnya.
(auh/hil)
