Sebanyak 1.204 personel gabungan dari kepolisian dan instansi samping disiagakan untuk mengamankan prosesi pengesahan 866 warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Surabaya Parluh 17. Tujuannya untuk memastikan kondusivitas kota tetap terjaga selama acara berlangsung.
Pengesahan dijadwalkan mulai Selasa (16/6/2026) hingga Rabu (17/6/2026) dini hari, pukul 17.00-03.00 WIB. Pusat pelaksanaan acara di Halaman Pagoda Tian Ti, Kenjeran Park.
Berdasarkan informasi, terdapat total 866 siswa calon warga baru yang akan disahkan. Selain ratusan calon warga, berkumpulnya massa juga mencakup 65 orang dewan pengesah serta 50 orang panitia internal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengantisipasi terjadinya gesekan antarkelompok maupun gangguan ketertiban umum di jalan raya, Polrestabes Surabaya menerapkan skema pengamanan berlapis di bawah komando taktis kepolisian.
"Sebanyak 1.204 personel diterjunkan, terdiri atas 774 personel Polrestabes Surabaya, 260 personel Polda Jatim-termasuk satuan Brimob dan Dalmas-serta 170 personel instansi samping dari unsur TNI (Kodim & Gartap III), Satpol PP, dan Dinas Perhubungan," kata Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto, Selasa (16/6/2026).
Aparat keamanan juga memperketat akses mobilitas massa dengan mendirikan 10 titik pos penyekatan di gerbang perbatasan kota dan jalur rawan. Yakni Bundaran Waru/CITO, Jembatan Karangpilang, Terminal Benowo, MERR Gunung Anyar, SP5 Romokalisari, SP3 Menganti Lakarsantri, SP4 Kedung Cowek, Bundaran Karang Poh, SP4 Dupak Demak, dan Jembatan Kedung Baruk.
Kemudian ada 6 titik rekayasa lalu lintas disiapkan di sejumlah jalan protokol tengah kota. Yakni Taman Pelangi, KBS, TL Pos Siola, Taman Bungkul, depan Gedung Negara Grahadi, dan Polisi Istimewa untuk mencegah penumpukan konvoi.
Pasukan dalam jumlah besar juga diposisikan mengepung perimeter luar lokasi utama di sekitaran Kenjeran Park.
"Yaitu di SP3 TL Jalan Kenjeran-MERR, SPBU Jalan Kenjeran, dan SP3 Jalan Mulyosari-Tempurejo-Sutorejo," pungkasnya.
(auh/hil)
