Detik-detik Bentrok Pesilat hingga Rusak Warung di Kalijudan Surabaya

Detik-detik Bentrok Pesilat hingga Rusak Warung di Kalijudan Surabaya

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Rabu, 17 Jun 2026 10:40 WIB
Bentrokan di Kalijudan Surabaya
Bentrokan pesilat di Kalijudan Surabaya/Foto: Dok. Istimewa
Surabaya -

Bentrokan yang terjadi usai konvoi rombongan pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) membuat kawasan Kalijudan, Surabaya, mencekam, Rabu (17/6/2026) dini hari. Selain menimbulkan korban luka, kericuhan tersebut juga menyebabkan fasilitas milik warga menjadi sasaran.

Salah seorang warga Kalijudan, Khusnul Hasana mengatakan, bentrokan tidak hanya menimbulkan kegaduhan di lingkungan tempat tinggalnya. Menurutnya, sebuah warung milik warga turut menjadi sasaran dalam kericuhan tersebut.

"Ada warung jadi sasaran, ada juga yang perguruan silat jadi korban," kata Khusnul kepada detikJatim, Rabu (17/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khusnul mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab bentrokan tersebut. Namun, saat keluar rumah, ia melihat seorang pemuda menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang yang mengenakan pakaian serba hitam.

ADVERTISEMENT

"Aku gak paham juga (penyebabnya apa), soale tiba-tiba dia dikeroyok, antara dia (korban luka) yang provokator atau salah sasaran, sek durung tahu (masih belum tahu akar permasalahan dan penyebabnya)," ujarnya.

Menurut Khusnul, suasana kampung saat itu jauh berbeda dibanding hari-hari biasanya. Ia melihat sejumlah pemuda membawa benda yang diduga senjata tajam, besi, kayu hingga petasan yang membuat warga semakin khawatir.

Khusnul juga mendengar informasi adanya korban dari kelompok pesilat maupun warga yang kemudian dievakuasi ke rumah sakit.

"Intinya sependengaranku tadi, polisi ngomong ada dua orang pesilat jadi korban, dilarikan ke RS, cuma tak konfirmasi lagi tadi polisinya gak mau ngomong," tuturnya.

Sementara itu, salah satu anggota PSHT yang enggan disebutkan identitasnya mengaku bentrokan bermula saat rombongan pesilat melakukan perjalanan menuju lokasi pengesahan di Kenjeran Park Surabaya. Dalam perjalanan, mereka disebut mendapat provokasi dari kelompok pemuda.

"(Kelompok pemuda yang memprovokasi) lari, masuk kampung (kawasan Kalijudan), dikejar arek-arek sampai masuk (kawasan Kalijudan)," kata anggota pesilat yang enggan disebut identitasnya itu kepada warga.

Padahal sebelumnya Polrestabes Surabaya telah mengeluarkan larangan konvoi dan arak-arakan kelompok pesilat di Kota Surabaya. Aparat juga telah melakukan penyekatan di sejumlah titik untuk mengantisipasi pergerakan massa.

Warga lainnya, Agus, mengaku tidak mengetahui secara pasti kelompok yang terlibat dalam bentrokan tersebut. Sebab, sebagian besar pemuda yang berada di lokasi menutupi sebagian wajah mereka.

Meski demikian, Agus mengingat sejumlah pemuda membawa berbagai benda yang berpotensi membahayakan.

"Bawa tongkat, besi, kayu, ada yang bawa petasan, warga kaget," akunya.

Menurut Agus, peristiwa itu membuat warga sekitar resah dan ketakutan. Sejumlah warga yang terbangun akibat keributan berusaha menghalau kelompok yang bentrok agar situasi tidak semakin memburuk.

Setelah kondisi mulai mereda, petugas gabungan dari kepolisian dan TNI tiba di lokasi untuk membubarkan massa serta mengamankan situasi. Korban yang mengalami luka-luka kemudian dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.




(pfr/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads