Banyak Nyawa Melayang di JLS, Warga Pasuruan Gelar Tahlilan di Jalan

Banyak Nyawa Melayang di JLS, Warga Pasuruan Gelar Tahlilan di Jalan

Muhajir Arifin - detikJatim
Rabu, 17 Jun 2026 11:00 WIB
Aksi protes warga di Pasuruan
Aksi protes warga di Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin/detikJatim
Pasuruan -

Sejumlah warga melakukan aksi unjuk rasa di Jalur Lingkar Selatan (JLS) Kota Pasuruan. Aksi dilakukan sebagai wujud simpati atas banyaknya kecelakaan yang merenggut nyawa di jalan nasional tersebut.

Pengunjukrasa datang menuju titik aksi di Pertigaan Bukir, Kelurahan Randusari, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Rabu (17/6/2926) pukul 09.00 WIB. Sebagian orang naik mobil komando, sebagian berjalan dengan menenteng poster dan spanduk. Mereka menutup jalan.

Poster dan spanduk bertuliskan sejumlah aspirasi. Di antaranya, "Wali Kota Pasuruan dan Wakilnya, Jangan Pura-pura Buta Rakyatmu Jadi Korban Kecelakaan", "Harus Berapa Lagi yang Mati di Jalur Maut Ini", "Kami Warga Kota Pasuruan Mengucapkan Belasungkawa Atas Korban Kecelakaan di Jalur Maut Ini".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi protes warga di PasuruanAksi protes warga di Pasuruan Foto: Muhajir Arifin/detikJatim

"Aksi damai ini protes kejadian selama beberapa bulan ini. Kami menyuarakan jeritan korban meninggal dunia kecelakaan maut ini, 9 orang. Pemerintah jangan pura-pura tidak mendengar, jangan pura tidak melihat," kata Koordinator Aksi, Ayi Suhaya.

ADVERTISEMENT

Aksi dilanjutkan dengan pembacaan tahlil di lokasi untuk para korban meninggal karena kecelakaan. Para pengunjukrasa duduk di tengah jalan dan menabur bunga.

Aksi unjukrasa ini menyebabkan kemacetan horor di JLS. Padahal JLS merupakan jalur utama kendaraan besar dari arah Probolinggo, dan saat ini juga menjadi jalur utama kendaraan besar dari arah Surabaya karena perbaikan Jembatan Buk Wedi di Jalan Ir H Juanda.

Truk-truk besar, bus dan kendaraan pribadi tidak bisa bergerak karena seluruh ruas jalan ditutup warga.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads