Rekam Jejak Nasaruddin Umar yang Berpotensi Jadi Calon Ketum PBNU

Rekam Jejak Nasaruddin Umar yang Berpotensi Jadi Calon Ketum PBNU

Amir Baihaqi - detikJatim
Rabu, 17 Jun 2026 12:45 WIB
Menag Nasaruddin Umar
Menag Nasaruddin Umar (Foto: Kurniawan Fadilah/BeritaKlik)
Surabaya -

Nama Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar mencuat jadi salah satu calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jelang muktamar NU. Ini setelah Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan ke publik.

Pernyataan Gus Ipul itu saat menjawab pertanyaan awak media saat meninjau persiapan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Selasa (16/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menyebut nama Menag Nasaruddin berpotensi menjadi calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar mendatang. Hal ini karena rekam jejak Nasaruddin yang pernah menjadi Katib Aam PBNU.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui posisi Katib Aam PBNU kerap menjadi jalur yang mengantarkan tokoh menuju pucuk kepemimpinan organisasi. Menurutnya, Nama Nasaruddin juga figur yang paling sering disebut dalam berbagai forum dan pertemuan NU di sejumlah daerah.

ADVERTISEMENT

"Prof Nasaruddin Umar pernah menjadi Katib Aam pada era KH Hasyim Muzadi. Kalau melihat statistik dan pengalaman yang ada selama ini, beliau sangat berpotensi," kata Gus Ipul, Rabu (17/6/2026).

"Kalau saya berkeliling ke beberapa daerah, memang nama Prof Nasar cukup banyak disebut. Itu yang saya dengar dari berbagai kalangan. Selebihnya tentu akan ditentukan oleh dinamika yang berkembang menjelang muktamar," ujarnya.

Gus Ipul menjelaskan, sejumlah Ketua Umum PBNU sebelumnya memiliki latar belakang yang sama. Mulai dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Muzadi, hingga KH Yahya Cholil Staquf pernah menduduki posisi Katib Aam sebelum terpilih memimpin PBNU.

"Kalau ditarik dalam sekitar 40 tahun terakhir, tiga Ketua Umum PBNU sebelumnya pernah menjadi Katib Aam. Itu menunjukkan posisi tersebut memiliki rekam jejak yang cukup kuat dalam melahirkan pemimpin NU," ujarnya.

Tak hanya Katib Aam, Gus Ipul menyebut jabatan Sekretaris Jenderal PBNU dan Ketua PWNU Jawa Timur juga menjadi posisi strategis yang kerap melahirkan tokoh-tokoh sentral di tubuh NU.

Ia mencontohkan KH Idham Chalid yang pernah menjabat Sekjen PBNU sebelum menjadi Ketua Umum PBNU. Sementara KH Hasyim Muzadi menapaki jalan kepemimpinan nasional NU setelah memimpin PWNU Jawa Timur.

"Kalau melihat statistik, yang pernah menjadi Sekjen punya peluang, yang pernah menjadi Ketua PWNU Jawa Timur punya peluang, dan yang pernah menjadi Katib Aam juga punya peluang," katanya.

Meski demikian, Gus Ipul menegaskan pembahasan mengenai calon Ketua Umum PBNU belum menjadi agenda resmi dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU yang akan digelar di Pesantren Al Falah Ploso pada 20-22 Juni 2026.

Menurutnya, forum tersebut lebih difokuskan pada pembahasan berbagai isu strategis keumatan, keagamaan, serta rekomendasi organisasi menjelang Muktamar NU.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga menepis spekulasi yang mengaitkan dirinya dengan bursa calon Ketua Umum PBNU. Meski menjabat sebagai Sekjen PBNU, ia memastikan tidak akan ikut dalam kontestasi kepemimpinan organisasi.

"Saya sudah menyatakan dengan tegas, saya tidak mencalonkan diri dan tidak mau dicalonkan. Dua-duanya," tandas Gus Ipul.




(hil/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads