Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tercatat mengalami gangguan kejiwaan. Saat ini mereka masih menjalani proses terapi serta pemantauan kesehatan.
Kondisi tersebut berpotensi berujung pada pensiun dini apabila hasil pemeriksaan medis menyatakan yang bersangkutan tidak lagi mampu menjalankan tugas sebagai ASN.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sidoarjo, Ahmad Misbahul Munir, mengatakan ketiga ASN tersebut masih dalam penanganan dan evaluasi oleh rumah sakit yang berwenang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang mereka masih dalam proses pemeriksaan dan terapi oleh rumah sakit. Nanti akan dilihat bagaimana perkembangan kondisinya melalui hasil evaluasi medis," kata Munir kepada detikJatim, Rabu (17/6/2026).
Munir menjelaskan, gangguan kesehatan mental dapat dialami siapa saja, termasuk ASN. Menurutnya, berbagai faktor dapat menjadi pemicu, mulai dari persoalan pekerjaan, lingkungan sosial hingga masalah keluarga.
"Ini sebenarnya bisa menimpa siapa pun sesuai dengan pemicunya. Bisa karena masalah pekerjaan, keluarga, maupun faktor lainnya. Yang jelas saat ini mereka masih menjalani terapi dan pendampingan," ujarnya.
BKD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, terus melakukan upaya pencegahan agar kasus serupa tidak bertambah. Salah satunya melalui seminar kesehatan mental, pembinaan pegawai oleh atasan langsung, hingga kegiatan penguatan karakter dan spiritual.
"Kami sering mengadakan seminar dengan tema kesehatan mental dan penguatan mental ASN. Selain itu ada pembinaan oleh atasan, termasuk kegiatan-kegiatan yang bertujuan membangun kebersamaan dan kesehatan psikologis pegawai," jelasnya.
Menurut Munir, lingkungan kerja yang sehat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan mental ASN. Karena itu, budaya kerja tim terus didorong di seluruh instansi pemerintah daerah.
"Membangun kekompakan tim itu penting. Dalam pekerjaan, seseorang harus bisa membedakan persoalan pribadi dan pekerjaan kedinasan. Kebiasaan bekerja secara tim juga dapat membantu membangun mental sosial yang sehat," terangnya.
Ia mengimbau seluruh ASN agar tidak ragu mencari bantuan atau berkonsultasi ketika mengalami tekanan psikologis. Menurutnya, deteksi dini dan dukungan lingkungan kerja menjadi kunci untuk mencegah gangguan kesehatan mental berkembang lebih serius.
"Yang terpenting adalah menjaga komunikasi, membangun kebersamaan, dan segera mencari bantuan ketika ada masalah. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik," pungkasnya.
(auh/abq)
