Duka Keluarga Pelajar yang Tewas Dibacok Saat Perayaan HUT Persebaya

Duka Keluarga Pelajar yang Tewas Dibacok Saat Perayaan HUT Persebaya

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Jumat, 19 Jun 2026 10:45 WIB
Lokasi TKP pelajar tewas dibacok saat Anniversary Persebaya ke-99 di kawasan Jalan Sumatra, Surabaya
Lokasi TKP pelajar tewas dibacok saat Anniversary Persebaya ke-99 di kawasan Jalan Sumatra, Surabaya/Foto: Aprilia Devi/detikJatim
Surabaya -

Duka mendalam dirasakan keluarga GAD alias Ado, remaja yang meninggal dunia usai diduga menjadi korban kekerasan setelah mengikuti perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Persebaya. Kabar meninggalnya Ado membuat sang kakak, Ellen, langsung pulang dari Bali ke Surabaya untuk mengurus adiknya.

Ellen mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi perjalanan Ado sebelum kejadian. Namun, ia mengetahui adiknya keluar rumah bersama saudara lainnya untuk mengikuti perayaan HUT Persebaya.

"(Korban) keluar sama adikku nomer 3, tapi gak tahu (detail perjalanannya), mungkin mereka beda (tidak 1 kendaraan) atau apa, kurang tahu jelas, dari Bali langsung (pulang ke Surabaya) mengurus ke rumah sakit," kata Ellen, Jumat (19/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ellen, Ado berangkat menggunakan sepeda motor. Namun, ia tidak mengetahui dengan siapa adiknya mengikuti konvoi tersebut.

ADVERTISEMENT

"Ya katanya ada konvoi (HUT Persebaya), motor (korban) sendiri, gak ngerti sama siapanya," imbuhnya.

Ellen mengatakan, dirinya sempat berkomunikasi dengan Ado melalui video call beberapa hari sebelum kejadian. Ia mengaku masih syok dan terpukul setelah mendapat kabar adiknya meninggal dunia.

"Terakhir komunikasi VC dua hari yang lalu," ujarnya.

Di mata keluarga, Ado dikenal sebagai sosok yang ceria dan menghibur. Ellen mengaku sangat kehilangan karena Ado merupakan salah satu adik yang paling disayangi dalam keluarga.

"Saya 6 (bersaudara), dia (Ado) anak nomor 5, anak nomor 3 di polsek bikin laporan. Dia (korban) lucu, kita sayang banget sama dia karena lucu, dia gak (nakal), cuma anak-anak SMA sewajarnya, kalau pulang malam ya dicariin. Tahu-tahu dapat kabar pagi itu," tuturnya.

Keluarga berharap pelaku yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Meski demikian, Ellen menyadari tidak ada yang dapat mengembalikan nyawa adiknya.

"(korban) Anak ke 5 dari 6 saudara, kemarin dikabari adikku nomor 3 kalau mama ku dan adikku no 2 ke rumah sakit. Semoga cepat ditangkap walau ditangkap dia gak bisa kembaliin adikku lagi, seenggaknya dia ngerti kehilangan," tutupnya.




(pfr/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads