BMKG Deteksi Rentetan Gempa Dangkal di Sepanjang Jalur Sesar Kendeng

BMKG Deteksi Rentetan Gempa Dangkal di Sepanjang Jalur Sesar Kendeng

Faiq Azmi - detikJatim
Jumat, 19 Jun 2026 15:00 WIB
Ilustrasi Gempa
Ilustrasi gempa. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9)
Bojonegoro -

BMKG mendeteksi adanya aktivitas seismik berupa rentetan gempa bumi dangkal berkekuatan kecil hingga menengah yang terjadi di sepanjang jalur aktif Sesar Kendeng dalam beberapa tahun terakhir. Rentetan gempa yang terdeteksi tersebut berada pada kisaran kekuatan Magnitudo (M) 4 hingga M 5.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, S.Tr, mengungkapkan aktivitas gempa tersebut menjadi bukti bahwa struktur sesar darat yang membentang di wilayah Jawa Timur itu sebenarnya masih terus bergerak aktif.

"Dalam beberapa tahun terakhir, kami mendeteksi adanya aktivitas seismik berupa gempa-gempa dangkal berskala kecil hingga menengah dengan Magnitudo 4 sampai 5 di sepanjang jalur sesar ini," kata Ricko saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (19/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun terdeteksi aktif memicu gempa-gempa kecil, Ricko menjelaskan bahwa Sesar Kendeng secara umum dikategorikan sebagai patahan dengan pergerakan tahunan yang lambat, sehingga jarak terjadinya gempa merusak berskala besar memiliki siklus waktu yang sangat panjang.

"Sesar Kendeng adalah sesar dengan pergerakan lambat, sekitar 5 milimeter per tahun dan memiliki periode ulang gempa yang cukup panjang. Karena itu, gempa besar merusak atau destructive earthquake akibat sesar ini sebagian besar tercatat dalam sejarah masa lalu," jelas Ricko.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan pemodelan terbaru dalam Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) 2024, jalur sesar ini digabungkan menjadi satu kesatuan sistem patahan besar. Dalam skenario terburuknya, patahan ini memang menyimpan potensi energi laten hingga Magnitudo 7.

"Sesar Kendeng dalam Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) 2024 digabung penamaannya dengan Sesar Baribisa dan Sesar Semarang menjadi Java Back-arc Thrust. Magnitudo tertarget dalam Pusgen 2024 yang dimungkinkan terjadi sebagai skenario terburuk dari tiap segmen sesar aktif di segmen tersebut bervariasi Magnitudo 6 sampai M 7," bebernya.

Pembahasan mengenai potensi kekuatan gempa inilah yang belakangan sempat viral dan ramai diperbincangkan netizen di aplikasi Threads lewat akun @hsuliz2021. Kendati demikian, BMKG meminta warga tidak perlu panik secara berlebihan karena rentetan gempa kecil yang terjadi merupakan hal yang wajar dalam siklus pelepasan energi bumi.

"Namun kita jangan menjadi panik dengan angka-angka tersebut, tapi marilah kita meningkatkan kapasitas kita dengan mengetahui langkah-langkah apa yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan setelah kejadian gempa bumi," imbaunya.

"Karena sekali lagi hingga kini gempa belum bisa diprediksi secara tepat kapan, di mana, dan berapa magnitudonya kalau gempabumi tersebut belum terjadi?" tambah Ricko.

Secara geografis, zona struktural Sesar Kendeng melintang sepanjang kurang lebih 300 kilometer di bagian utara Pulau Jawa, membentang dari selatan Semarang, Jawa Tengah, hingga ke wilayah Jawa Timur, termasuk melewati Kabupaten Bojonegoro.

Jalur patahan aktif ini terbagi ke dalam enam segmen utama, yaitu Segmen Demak, Segmen Purwodadi, Segmen Cepu, Segmen Blumbang (Lamongan), Segmen Surabaya (melintasi jantung Kota Surabaya), dan Segmen Waru (Sidoarjo).

"Secara administratif, jalurnya meliputi Salatiga, Grobogan, Blora, Madiun, Nganjuk, Jombang, Bojonegoro, Lamongan, Mojokerto, Sidoarjo, hingga Kota Surabaya," pungkas Ricko.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads