Hingga kini Kabupaten Tulungagung belum berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan semesta dalam kepesertaan BPJS Kasehatan. Posisinya justru berada di tiga terendah di Jawa Timur.
Kepala BPJS Kesehatan Tulungagung Fitriyah Kusumawati, mengatakan dari data hingga bulan Mei 2026, jumlah kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Tulungagung hanya 965.760 jiwa (84,52 persen) dari total jumlah penduduk 1.142.607 jiwa.
"UHC Tulungagung ini masih menjadi PR. Saat ini kepesertaan JKN Tulungagung posisi 36 dari 38 kabupaten/kota di Jatim. Kita di atasnya Kabupaten Blitar dan Ponorogo," kata Fitri, Jumat (19/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya untuk mencapai UHC, jumlah peserta JKN minimal harus 98 persen dari jumlah penduduk, sehingga masih butuh tambahan 153.885 peserta.
"Selain itu tingkat peserta aktif JKN di Tulungagung juga masih rendah, yaitu 60,31 persen," jelasnya.
Saat ini jumlah peserta JKN yang aktif di Tulungagung sebanyak 689.150 orang, sedangkan peserta nonaktif mencapai 276.620 orang. Peserta nonaktif tersebut paling banyak merupakan peserta mandiri.
"Jadi banyak peserta mandiri itu yang mendaftar dan membayar iuran hanya pada saat membutuhkan layanan kesehatan saja," imbuhnya.
Padahal menurutnya komitmen pembayaran iuran merupakan kewajiban peserta dan sesuai prinsip gotong royong dalam program JKN. Peserta yang berstatus nonaktif tersebut diwajibkan untuk membayar iuran dan denda jika ingin kembali memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan.
Fitri menambahkan untuk meningkatkan keaktifan peserta, pihaknya menggalakkan program Rencana Pembayaran Bertahap (Rehap) untuk peserta yang menunggak iuran. Peserta bisa mengangsur iuran dan denda masa lalu sesuai kemampuan.
"Jadi untuk Rehap sekarang lebih mudah karena nominalnya cicilannya bisa disesuaikan dengan kemampuan," kata Fitri.
Sementara itu untuk mencapai UHC, BPJS Kesehatan Tulungagung menerapkan berbagai strategi, termasuk jemput bola hingga program donasi.
"Untuk PBI JK kami koordinasi dengan dinas sosial untuk selalu meng-update desil 1-5 dalam antrean PBI JK. Untuk PBPU Pemda, Alhamdulillah sesuai informasi dari Pak Sekda menargetkan akhir tahun nanti akan menambah kepesertaan hingga UHC," tegasnya.
(auh/dpe)
