Balada Pemadaman Bergilir Bikin Stasiun Gelap Gulita-Rumah Warga Terbakar

Balada Pemadaman Bergilir Bikin Stasiun Gelap Gulita-Rumah Warga Terbakar

Tim detikJatim - detikJatim
Sabtu, 20 Jun 2026 10:02 WIB
Stasiun Gubeng Surabaya terdampak pemadaman listrik bergilir sejak sore hingga malam hari.
Stasiun Gubeng Surabaya terdampak pemadaman listrik bergilir sejak sore hingga malam hari. (Foto: Istimewa)
Probolinggo -

Kebijakan pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur menyisakan cerita miris. Mulai dari area fasilitas publik seperti Stasiun Surabaya Gubeng yang sempat gelap gulita, hingga insiden kebakaran rumah warga di Probolinggo akibat penggunaan lilin.

Di Surabaya, pemadaman listrik dari PLN berimbas pada padamnya fasilitas lampu penerangan di area Stasiun Surabaya Gubeng sisi sebelah barat sejak sore hari pada Jumat (19/6). Meski area stasiun sempat gelap, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya memastikan operasional perjalanan KA tetap berjalan aman.

Pelaksana Harian Manager Humas Daop 8 Surabaya, Erlangga Budi Laksono, mengonfirmasi bahwa kendala pasokan listrik tersebut langsung diantisipasi menggunakan generator set (genset) stasiun agar pelayanan penumpang tidak lumpuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kendati demikian, beberapa fasilitas untuk layanan pengguna masih tetap beroperasi normal dengan pasokan aliran listrik dari fasilitas genset stasiun," ungkap Erlangga dalam keterangan tertulis yang diterima detikJatim.

ADVERTISEMENT

Rumah di Probolinggo Kebakaran gegara Lilin Saat Listrik Padam

Dampak yang jauh lebih fatal terjadi di Probolinggo pada Jumat (19/6) malam. Sebuah rumah milik warga bernama Sadi di Dusun Karanglo, Desa Semampir, Kecamatan Semampir ludes terbakar setelah pemilik rumah menyalakan lilin sebagai penerangan darurat saat pemadaman bergilir berlangsung.

Kebakaran rumah menewaskan penghuni di Probolinggo.Kebakaran rumah imbas pemadaman bergilir di Probolinggo. (Foto: M Rofiq/detikJatim)

Lilin yang menyala itu diduga terjatuh lalu menyulut material yang mudah terbakar di dalam rumah hingga kobaran api membesar dengan cepat. Kondisi ini sempat membuat panik warga sekitar karena posisi rumah berada di kawasan padat penduduk.

"Warga mengambil air dari sungai menggunakan ember untuk memadamkan api karena khawatir kobaran api merembet ke rumah lainnya. Apalagi jarak antar rumah di lokasi cukup berdekatan," ujar Ageng, salah seorang warga setempat.

Akses gang yang sempit sempat menyulitkan empat unit armada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo yang diterjunkan ke lokasi. Beruntung, setelah berjibaku selama 30 menit, amukan si jago merah akhirnya berhasil diredam.

Kepala Seksi Investigasi dan Pendataan Damkar Kabupaten Probolinggo, Mustopo, memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut, namun penyelidikan intensif masih terus dilakukan.

"Petugas sedikit mengalami hambatan karena akses menuju lokasi cukup sempit dan jauh dari jangkauan kendaraan pemadam. Namun, alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," jelas Mustopo.

"Dugaan sementara api berasal dari lilin yang jatuh dan mengenai material yang mudah terbakar. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan," pungkasnya.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads