Penambang Pasir Lumajang yang Tertimpa Material Semeru Meninggal

Penambang Pasir Lumajang yang Tertimpa Material Semeru Meninggal

Nur Hadi Wicaksono - detikJatim
Minggu, 21 Jun 2026 11:15 WIB
Bupati Lumajang Indah Amperawati saat menjenguk Very Irawan (33), penambang pasir tertimpa material erupsi Semeru
Bupati Lumajang Indah Amperawati saat menjenguk Very Irawan (33), penambang pasir tertimpa material erupsi Semeru (Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikJatim)
Lumajang -

Very Irawan (33), penambang pasir yang tertimpa material awan panas Gunung Semeru akhirnya meninggal dunia. Korban meninggal setelah dirawat di RSUD Haryoto karena mengalami luka bakar 80 persen.

"Korban meninggal dunia di RSUD Dokter Haryoto Lumajang setelah menjalani perawatan," ujar Manajer Pusdalops BPBD kabupaten Lumajang Dwi Nur Cahyo kepada detikJatim, Minggu (21/6/2026).

Cahyo menambahkan, setelah dinyatakan meninggal, jenazah kemudian diserahkan ke rumah duka. "Jenazah Korban akan dimakamkan oleh pihak keluarga," pungkas Dwi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Lumajang Indah Amperawati menyayangkan masih adanya aktivitas penambangan pasir di kawasan rawan bencana, terutama di luar jam operasional yang telah ditetapkan.

ADVERTISEMENT

Menurut Indah, selain ancaman erupsi dan awan panas guguran dari Gunung Semeru, material vulkanik yang tersebar di sepanjang aliran sungai ini berpotensi menimbulkan bahaya sekunder karena menyimpan suhu panas tinggi.

"Saya sudah menghimbau agar tidak melakukan aktifitas penambangan di sektor tenggara besuk kobokan sejauh 13 kilometer" ujar Indah.

Sebelumnya, korban bernama Veri Irawan (33), warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, tertimbun material vulkanik panas saat sedang menambang di sekitar Jembatan Besuk kobokan. Korban mengalami luka bakar 80 persen.

Sebelumnya, erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (19/6) disertai guguran awan panas membawa korban. Seorang penambang pasir mengalami luka bakar hingga 80 persen akibat terkena material sekunder awan panas guguran.

Korban diketahui bernama Very Irawan (33). Warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang itu kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Dokter Haryoto.

Insiden nahas ini terjadi saat korban bersama sejumlah rekannya sedang menambang pasir di aliran Sungai Besuk Kobokan.

Kakak korban, Aris Susanto, menjelaskan bahwa petaka bermula saat material vulkanik sisa erupsi Semeru yang masih menyimpan suhu panas tinggi mendadak longsor.

Hal ini terjadi ketika material panas tersebut bersentuhan langsung dengan aliran air sungai, seketika memicu terjadinya letusan sekunder yang menyembur ke arah korban.

"Awalnya korban menambang, kemudian tiba-tiba longsor dan terkena air sehingga terjadi letusan sekunder dan menimpa korban," ujar Aris kepada detikJatim, Sabtu (19/6/2026).




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads