Viral Pipa Diduga Buang Limbah ke Laut Bikin Resah Nelayan di Situbondo

Viral Pipa Diduga Buang Limbah ke Laut Bikin Resah Nelayan di Situbondo

Chuk Shatu Widharsa - detikJatim
Minggu, 21 Jun 2026 13:00 WIB
Sebuah benda mirip pipa yang melintang di kawasan pantai Situbondo
Sebuah benda mirip pipa yang melintang di kawasan pantai Situbondo (Foto: Tangkapan Layar)
Situbondo -

Sebuah benda mirip pipa yang melintang di kawasan pantai Situbondo viral di media sosial. Keberadaan pipa tersebut dikeluhkan para nelayan karena dinilai mengganggu aktivitas melaut dan berpotensi membahayakan saat berada di laut.

Pipa yang menjorok hingga ratusan meter ke tengah laut itu tampak mengeluarkan cairan yang diduga menyebabkan perubahan warna air laut di sekitarnya. Warga menduga pipa itu merupakan saluran pembuangan limbah dari daratan sekitar yang dialirkan ke laut.

Keberadaan pipa itu juga membuat nelayan harus mengubah jalur pelayaran agar tidak tersangkut saat melaut. Salah satu nelayan setempat, Kadari mengaku telah mendatangi lokasi tersebut bersama personel TNI AL.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada dua pipa yang menjorok sekitar 500 meter dari daratan," katanya kepada sejumlah jurnalis, Minggu (21/6/2026).

Dari hasil pengamatannya, pipa berdiameter sekitar 25 cm itu tampak mengambang di permukaan air, namun sebagian lainnya juga terlihat tenggelam, terutama di bagian ujung.

ADVERTISEMENT

"Posisi seperti itu membuat nelayan tidak bisa melintas secara langsung di kawasan tersebut. Ya, terpaksa harus memutar untuk menghindari pipa yang mengambang," terangnya.

Sementara itu, Komandan Pos TNI AL Panarukan Situbondo, Lettu Didin Abidin, mengatakan pihaknya telah turun ke lokasi setelah menerima laporan dari video yang beredar di media sosial.

"Kami melakukan pengecekan untuk memastikan keberadaan pipa serta dampaknya terhadap aktivitas nelayan dan kondisi lingkungan perairan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, pihaknya juga menyoroti potensi dampak pipa tersebut terhadap ekosistem laut, termasuk terumbu karang dan biota laut lainnya.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dan informasi lanjutan dari instansi terkait untuk memastikan fungsi serta dampak dari pipa tersebut," tandas Didin Abidin.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads