Pemilik Pipa yang Viral di Laut Situbondo Terungkap

Pemilik Pipa yang Viral di Laut Situbondo Terungkap

Chuk Shatu W - detikJatim
Minggu, 21 Jun 2026 15:40 WIB
Sebuah benda mirip pipa yang melintang di kawasan pantai Situbondo
Sebuah benda mirip pipa yang melintang di kawasan pantai Situbondo (Foto: Tangkapan Layar)
Situbondo -

Viral di medsos benda mirip pipa yang melintang di kawasan pantai Situbondo yang meresahkan nelayan sekitar. Setelah ditelusuri, pipa itu diketahui merupakan saluran pembuangan limbah pengolahan rumput laut.

Pipa yang menjorok hingga sekitar 500 meter dari garis pantai itu tampak mengeluarkan cairan yang diduga menyebabkan perubahan warna air laut di sekitarnya. Berdasarkan data yang dihimpun, pipa itu merupakan milik PT Fuyuan Biologi Technology yang berlokasi di Banyuglugur, Situbondo. Perusahaan ini bergerak di bidang pengolahan rumput laut.

"Betul. Pipa itu memang milik kami," kata Manager PT Fuyuan, Elvira, kepada sejumlah jurnalis, Minggu (21/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Elvira menjelaskan bahwa video yang beredar di media sosial tersebut merupakan rekaman lama yang diambil sekitar lima tahun lalu.

"Itu (video viral) sudah lama sekali, sekitar lima tahun yang lalu. Waktu itu pas pembersihan saluran, makanya ada air yang keluar agak kecoklatan," terangnya.

ADVERTISEMENT

Ia juga membantah tudingan pihaknya membuang limbah berbahaya ke laut. Menurutnya, air yang keluar merupakan hasil pencucian rumput laut yang telah melalui proses pengolahan.

"Yang keluar itu cuma air cucian. Air cucian rumput laut itu juga sudah diproses dan memang sudah ada kajian teknisnya," ujarnya.

Elvira menambahkan, seluruh air buangan perusahaan terlebih dahulu diproses melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebelum dialirkan keluar area pabrik.

"Masuk ke IPAL dulu, sudah diolah dulu baru keluar," jelasnya.

Pihak perusahaan juga memastikan bahwa seluruh perizinan telah dipenuhi sejak tahap pembangunan fasilitas dilakukan, termasuk dari Dinas Lingkungan Hidup dan kementerian terkait.

"Pembangunan hingga jarak fasilitas dari garis pantai telah disesuaikan dengan hasil kajian teknis yang berlaku," pungkas Elvira.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads