Bupati Jember Muhammad Fawait membeberkan strategi di balik moncernya performa perekonomian Kabupaten Jember. Saat ini, Jember sukses mencatatkan performa ekonomi terbaik di wilayah Sekarkijang (Situbondo, Banyuwangi, Bondowoso, Jember, dan Lumajang).
Menurut Bupati Fawait, ada dua indikator utama yang menjadi kunci terdongkraknya perekonomian Jember. Yakni pertumbuhan ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Di mana pertumbuhan ekonomi kita tertinggi selama 5 tahun, dan PAD kita pertumbuhannya, perkembangannya, itu adalah yang tertinggi se-Jawa Timur," katanya, Senin (22/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengungkapkan, pada kuartal pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi di Jember melesat di angka 6 sekian persen. Salah satu motor penggerak utamanya adalah sektor investasi yang terus meroket.
"Investasi kita naik. Karena secara teori, investasi naik maka dia akan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Pria yang karib disapa Gus Fawait itu tidak menampik adanya tantangan berupa penurunan dana transfer daerah yang berimbas pada penurunan APBD. Namun, Pemkab Jember menyiasatinya dengan menggenjot bantuan program dari pemerintah pusat, mulai dari sektor pendidikan hingga pertanian.
Pihaknya bergerak cepat mengoptimalisasikan program strategis nasional. Di antaranya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar masif di Jember.
"Logikanya, ketika APBD Jember itu turun, maka akan menurunkan pertumbuhan ekonomi juga. Nah, tapi kenapa kok bisa APBD kita turun tapi (ekonomi) meningkat? Nah, itu salah satunya adalah optimalisasi program nasional," jelas Gus Fawait.
"Secara teori itu government expenditure, mendorong pertumbuhan ekonomi kita," tambahnya.
Gus Fawait kemudian mencontohkan bagaimana program nasional seperti KDKMP memberikan efek domino secara riil bagi perputaran ekonomi masyarakat bawah.
"Logikanya begini, bangun Koperasi Desa Merah Putih secara serentak. Pasirnya beli di Jember, pekerjanya orang Jember, yang ngantarkan pasir orang Jember. Maka di situlah faktor pertumbuhan ekonomi," tandasnya.
(irb/hil)
