Hujan mengguyur Kota Surabaya dan Sidoarjo, meski sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki musim kemarau. BMKG Juanda menjelaskan, hujan tersebut dipicu sejumlah faktor, mulai dari suhu muka laut yang hangat hingga adanya pertemuan angin.
Pantauan detikJatim, hujan turun mulai Surabaya Selatan, Surabaya Barat, hingga Surabaya Pusat sejak Senin (22/6) pagi. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sidoarjo. Intensitasnya sendiri sedang hingga lebat dengan waktu yang sangat lama hingga satu jam lebih.
Akibatnya, sejumlah rute transportasi umum di Surabaya mengalami pengalihan rute sementara akibat genangan air yang terjadi di sejumlah ruas jalan pada Senin (22/6) pagi. Hal tersebut usai hujan deras yang mengguyur kawasan Surabaya selama beberapa jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo mengatakan, beberapa koridor yang terdampak adalah Wira Wiri yang FD02, FD03, FD10, serta Suroboyo Bus rute R5.
Baca juga: Surabaya Macet Parah Pagi Ini gegara Banjir |
"Terdapat pengalihan beberapa rute yaitu FD02, FD03, R5, dan FD10," kata Trio.
Dari informasi yang dihimpun detikJatim, pelayanan SB R5 terdapat keterlambatan dikarenakan adanya genangan air di Jalan Raya Simo. Sehingga untuk SB R5 Rute Benowo- Tunjungan melewati jalan alternatif
Sementara itu, Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Adi Gunita mengatakan genangan terpantau di 17 titik.
"Terpantau daerah Tanjungsari, Simokalangan, Simohilir, Nginden dan sekitarnya, Arif Rahman Hakim, ITS, sama daerah Ngagel," kata Adi.
Prakirawan BMKG Juanda Bhilda Maulida mengatakan, musim kemarau bukan berarti hujan tidak akan terjadi sama sekali. Menurutnya, hujan masih dapat turun apabila terdapat gangguan atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
"Saat ini wilayah Jawa Timur memang sudah mengalami musim kemarau, namun bukan berarti tidak akan terjadi hujan, tergantung pada gangguan atmosfer yang dapat mempengaruhi kondisi cuaca," kata Bhilda saat dikonfirmasi detikJatim.
Bhilda menjelaskan hujan lebat yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo pagi ini dipicu suhu muka air laut di sekitar Selat Madura yang cukup hangat. Kondisi tersebut membuat atmosfer menjadi lebih lembap.
"Hujan lebat yang terjadi di area Surabaya dan Sidoarjo pagi ini terpantau akibat suhu muka air laut di sekitar Selat Madura yang cukup hangat sehingga kondisi atmosfer menjadi cukup lembap," jelasnya.
Ia menambahkan, BMKG juga memantau adanya pola konvergensi atau pertemuan arah angin dalam skala lokal. Kecepatan angin di wilayah tersebut juga mengalami perlambatan sehingga mendukung terbentuknya awan hujan.
"Selain itu juga terpantau adanya pola konvergensi atau pertemuan arah angin dalam skala lokal dan kecepatan angin juga mengalami perlambatan, sehingga mendukung untuk pertumbuhan awan hujan," imbuhnya.
BMKG memprakirakan kondisi serupa masih dapat terjadi hingga besok.
"Kondisi seperti ini dapat terjadi hingga esok hari, namun kami prakirakan intensitasnya melemah," pungkasnya.
(auh/abq)
