Hujan yang mengguyur Surabaya sejak dini hari hingga pagi hari masih menyisakan banjir di sejumlah kawasan pada Selasa (23/6/2026). Salah satu titik yang terdampak cukup parah berada di kawasan Nginden Intan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya dengan genangan air yang bahkan masuk ke rumah warga.
Pantauan detikJatim hingga siang hari menunjukkan banjir di kawasan Nginden Intan masih mencapai sebetis orang dewasa. Di kawasan Nginden Jaya, air juga menggenangi permukiman warga dan belum kunjung surut.
Sementara di kawasan Manyar Pumpungan, genangan tersisa setinggi mata kaki orang dewasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banjir di kawasan Nginden Intan Surabaya Foto: Esti Widiyana/detikJatim |
Di kawasan Nginden, sejumlah portal perumahan dan perkampungan ditutup warga. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi gelombang air akibat kendaraan yang melintas karena ombak banjir kerap masuk hingga ke dalam rumah.
Salah seorang warga Nginden Intan, Meiga Ridwan (58) mengatakan, hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 02.00 WIB hingga sekitar pukul 05.30 WIB. Namun, menurutnya, baru kali ini banjir mencapai ketinggian hingga lutut orang dewasa.
"Sampai teras (air banjir) dari setengah 05.30 WIB pagi. Kalau di jalannya sampai selutut, kalau yang pavingan sebetis," kata Meiga saat ditemui detikJatim di rumahnya, Selasa (23/6/2026).
Meiga menuturkan, banjir kali ini merupakan yang terparah selama 23 tahun dirinya tinggal di kawasan tersebut. Bahkan saat musim hujan, kawasan itu disebutnya tidak pernah mengalami banjir separah sekarang.
"Ini yang paling parah selama saya tinggal di sini 23 tahun. Biasanya musim hujan nggak gini, apalagi ini musim kemarau kok bisa sampai banjir. Biasanya nggak pernah masuk airnya," jelasnya.
Ia berharap, Pemerintah Kota Surabaya segera mengambil langkah penanganan, termasuk pembangunan rumah pompa dan normalisasi saluran air di kawasan Nginden.
"Biasanya langsung surut kalau hujan reda, tapi ini nggak surut-surut, lama, kenapa? Nggak ada pembersihan selokan juga, harusnya dikeruk. Terus dibangun Rumah Pompa kalau bisa," pungkasnya.
(esw/hil)

