Mengenal Flyover Unik Bentuk Huruf U di Tarik Sidoarjo

Mengenal Flyover Unik Bentuk Huruf U di Tarik Sidoarjo

Anastasia Trifena - detikJatim
Selasa, 23 Jun 2026 18:15 WIB
Flyover Krian & Kedinding Sidoarjo
Flyover Kedinding Sidoarjo (Foto: Dok. Ditjen Perkeretaapian Kemenhub)
Sidoarjo -

Siapa sangka, Sidoarjo memiliki jalan layang (flyover) dengan bentuk unik. Jika dilihat dari atas, jalan layang sepanjang 412,5 meter tersebut berbentuk huruf U.

Jalan layang tersebut dikenal dengan nama Flyover Kedinding atau Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 79 Tarik. Sesuai dengan namanya, lokasinya berada di Kelurahan Kedinding, Kecamatan Tarik, Sidoarjo atau tepat berada di atas perlintasan kereta JPL 79 Kedinding.

Keunikan Flyover Kedinding

Bentuknya yang menyerupai huruf U menjadikan Flyover Kedinding terbilang unik dan berbeda dengan jalan layang pada umumnya. Jalan layang ini memiliki dua lajur dengan lebar masing-masing 3,5 meter serta bahu jalan selebar 2,5 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip dari beberapa sumber, struktur utamanya menggunakan girder komposit baja-beton prategang dengan pondasi tiang pancang dalam. Hal tersebut disesuaikan dengan karakter tanah Sidoarjo yang datar dan basah.

Kedua ujung tikungan yang terlihat hampir 90 derajat sempat menuai pro dan kontra di dunia maya. Sebagian warganet menilai desain tersebut terkesan ekstrem dan berpotensi membahayakan pengendara, terutama bagi pengguna kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, ada pula yang menilai bentuk tersebut merupakan pilihan paling realistis di tengah keterbatasan ruang dan kebutuhan untuk menjaga jarak aman dari jalur rel kereta api.

Menghabiskan Anggaran Rp 60 Miliar

Pembangunan Flyover Kedinding menelan anggaran sekitar Rp 60 miliar. Melansir dari laman Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Anggaran itu digunakan untuk pembangunan struktur utama flyover, akses naik dan turun, rambu lalu lintas, dan penerangan jalan. Investasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam meningkatkan keselamatan transportasi serta menutup perlintasan sebidang kereta api yang selama ini berisiko tinggi.

Solusi Kemacetan di Wilayah Tarik

Sebelum flyover dibangun, perlintasan JPL 79 Kedinding dikenal sebagai titik rawan kemacetan dengan antrean kendaraan yang kerap mencapai satu hingga dua kilometer setiap kali kereta melintas. Waktu tunggu pengendara bisa mencapai 20 hingga 40 menit. Kondisi itu tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Setelah flyover rampung dibangun dan mulai beroperasi pada akhir 2023, waktu tempuh di kawasan tersebut dapat dipangkas menjadi kurang dari dua menit. Keselamatan pengguna jalan pun meningkat signifikan. Diikuti dengan kelancaran aktivitas ekonomi warga sekitar, termasuk akses menuju pasar dan kawasan industri.

Selain berdampak pada kelancaran lalu lintas, Flyover Kedinding juga berkembang menjadi ikon infrastruktur baru di Jawa Timur. Bentuknya yang menyerupai huruf U kerap viral di media sosial dan menarik perhatian masyarakat luas sehingga memunculkan fenomena wisata infrastruktur.

Hal ini serupa dengan ketertarikan publik terhadap Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kertajaya di Surabaya. Hingga 2026, flyover ini terus menjalani pemeliharaan rutin oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan berada dalam kondisi prima untuk menunjang keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads