Truk Besar di JLS Pasuruan Tak Kunjung Dialihkan ke Tol, Kenapa?

Truk Besar di JLS Pasuruan Tak Kunjung Dialihkan ke Tol, Kenapa?

Muhajir Arifin - detikJatim
Selasa, 23 Jun 2026 18:45 WIB
JLS Kota Pasuruan
JLS Kota Pasuruan (Foto: Muhajir Arifin/detikJatim)
Pasuruan -

Rencana pengalihan truk-truk besar yang melintasi jalur lingkar selatan (JLS) ke jalan tol belum diberlakukan. Akibatnya, semua kendaraan besar dari arah Surabaya ke Probolinggo dan sebaliknya masih melintasi JLS yang memicu penumpukan.

Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota AKP Amrullah Setiawan mengatakan, penerapan pengalihan menunggu hasil koordinasi Pemkot Pasuruan dan Pemkab Pasuruan. Pasalnya, masalah pengalihan harus melibatkan kedua pemerintah daerah tersebut.

"Untuk penerapan masih menunggu hasil koordinasi dari Pemerintah Kota dan Kabupaten Pasuruan," kata Amrullah, Selasa (23/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amrullah menegaskan, setelah koordinasi dilakukan maka akan menemukan titik temu. Hasilnya akan disosialisasikan.

"Setelah ada koordinasi, nanti akan disosialisasikan kemudian pelaksanaan," terangnya.

ADVERTISEMENT

JLS Kota Pasuruan mengalami kepadatan kendaraan sejak pengalihan arus karena perbaikan Jembatan Buk Wedi. Merespons kelurahan masyarakat, pihak berwenang berencana mengarahkan truk-truk besar masuk ke jalan tol.

Rencana tersebut sudah digodok dalam rapat koordinasi (rakor) seluruh stakeholder. Menurut Amrullah, rakor pada Kamis (18/6) dihadiri Wali Kota Pasuruan, Ketua DPRD Kota Pasuruan, pihak Pemkab Pasuruan, Dishub Kota Pasuruan, Sat Lantas Polres Pasuruan Kota, Jasa Marga, dan pelaksana pengerjaan perbaikan Jembatan Buk Wedi.

"Hasil rakor, rencananya truk-truk besar akan diarahkan ke tol. Skenarionya kendaraan truk besar dari arah Surabaya dialihkan ke Tol Rembang, sementara kendaraan dari Probolinggo dialihkan ke Tol Grati," jelasnya.

Pembangunan Jembatan Buk Wedi di jalur pantai utara (Pantura) Jalan Ir H Juanda yang dimulai sejak April diperkirakan selesai pada bulan Oktober 2026. Jalur ditutup total dan semua kendaraan, baik dari arah Surabaya ke Probolinggo maupun dari arah Probolinggo ke Surabaya dialihkan ke jalur lingkar selatan Kota Pasuruan.

Tiga bulan masa pengalihan, banyak keluhan masyarakat karena sering terjadi penumpukan kendaraan di jalur lingkar selatan menyebabkan kemacetan. Kondisi itu dikeluhkan dan diprotes masyarakat.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads