Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri Rapat Dewan Pakar Ikatan Alumni Universitas Airlangga (Unair). AHY memaparkan sejumlah target-target pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
"Kita melihat Indonesia saat ini di G20 sedang berusaha menjadi negara yang terus berkembang maju dalam hal perekonomian termasuk untuk terus menggenjot agar pendapatan per-kapita naik," kata AHY saat paparan di ruang Rektorat Unair, Surabaya, Selasa (23/6/2026) malam.
Pada tahun 2025, pendapatan per Kapita di Indonesia berada di angka USD 5.083,4 per tahun (data BPS). Angka itu, kata AHY diyakini akan terus naik dan mengejar negara-negara maju yang ada di G20.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AHY juga turut mengusulkan pembentukan forum strategis yang ditujukan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan atau policy recommendation untuk pemerintah pusat.
"Kami punya niat untuk bisa menyelenggarakan pertemuan atau dialog yang produktif dan konstruktif, termasuk menyusun semacam policy paper atau policy recommendation. Rekomendasi terkait kebijakan-kebijakan ini bisa ditujukan bagi pemerintah di pusat maupun di daerah," katanya.
Menurut AHY, pemerintah sangat membutuhkan masukan dari kampus dan akademisi untuk mengambil keputusan. Riset di kampus menjadi bagian dari salah satu pertimbangan pemerintah agar keputusan yang diambil tepat sasaran.
Ketua Umum Partai Demokrat ini mengusulkan adanya forum lebih luas dan diisi berbagai stakeholder untuk memberikan masukan arah kebijakan pemerintah sesuai dengan isu yang berkembang di masyarakat.
"Kami juga ingin menggagas semacam forum yang lebih luas lagi, seperti strategic forum. Bukan hanya internal Dewan Pakar atau IKA UNAIR, tapi juga mengundang berbagai stakeholders, termasuk generasi muda, Gen Z. Kita bisa hadirkan isu-isu domestik, nasional, maupun internasional dari waktu ke waktu," jelasnya.
Dalam forum itu, AHY juga memaparkan sejumlah langkah yang akan dilakukan Dewan Pakar IKA Unair sesuai tri dharma perguruan tinggi. Mulai dari bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Di bidang pendidikan, mulai dari melakukan observatorium keterampilan massa depan, melakukan program praktisi terkemuka dan melakukan akademi kepemimpinan.
Di bidang penelitian melakukan konsorsium kebijakan penelitian nasional, penelitian tentang besar yang berduka pada isu nasional, dan membuat laboratorium kebijakan Unair.
Kemudian di bidang pemberdayaan masyarakat, merekomendasikan program Unair berdampak, inisiatif pembangunan desa dan daerah dan melakukan pengembangan bakat untuk wilayah yang memanfaatkan alumni, kepala daerah, pejabat publik, maupun profesional.
"Jadi untuk memberikan masukan kepada pemerintah, saya sendiri tentunya menggunakan dua jaket ini, jaket sebagai pemerintah dan juga jaket sebagai bagian dari Unair. Yang lain-lain tentu sesuai dengan Tri Dharma pendidikan perguruan tinggi, paling tinggi nilainya itu setelah pendidikan dan penelitian adalah pengabdian masyarakat," jelasnya.
"Saya rasa kita semua sepakat yang
paling penting adalah dampak nyata untuk society, untuk masyarakat," tambahnya.
Dalam acara ini dihadiri Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Umum IKA Unair Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, Rektor Unair Prof M Madyan beberapa kepala daerah dan anggota Dewan Pakar IKA Unair.
AHY mengatakan, penunjukan dirinya sebagai Dewan Pakar IKA Unair atas permintaan Gubernur Khofifah pada Desember 2025 lalu. Khofifah datang bersama Rektor Unair ke Jakarta.
"Saya merasa terhormat dan ingin berkontribusi untuk almamater karena menurut saya segala gagasan atau pemikiran, apalagi dari para guru besar, profesor yang mengisi jajaran dewan pakar ini sangat berharga," ujarnya.
Dewan pakar diisi oleh pakar hingga guru besar yang memiliki potensi. Sehingga, AHY ingin mempertemukan pemikiran seluruh anggota Dewan Pakar dalam sebuah pertemuan yang nantinya bisa menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk pemerintah.
(faa/hil)
