Satu unit truk tangki BBM dengan muatan Pertalite tertahan di SPBU 54.684.15 Genteng Wetan milik Mahayasa Group. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus membenarkan adanya dugaan penyelewengan BBM yang menjadi pemicu penahanan 1 unit truk tangki di SPBU tersebut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menyebut penahanan 1 unit mobil tangki oleh Polresta Banyuwangi pada Senin (22/6) dilakukan karena adanya dugaan selisih muatan BBM di luar batas toleransi.
Pertamina Patra Niaga menghormati proses pemeriksaan yang sedang berlangsung dan mendukung penuh upaya penegakan aturan sesuai ketentuan yang berlaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ahad, saat ini tim keamanan Pertamina bersama pihak Polresta Banyuwangi tengah melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap Awak Mobil Tangki (AMT) guna memperoleh informasi secara menyeluruh terkait kejadian tersebut.
"Saat ini proses pemeriksaan masih berlangsung. Kami menyerahkan proses investigasi kepada pihak yang berwenang dan mendukung upaya pengumpulan fakta agar permasalahan ini dapat ditangani secara objektif dan transparan," terang Ahad kepada detikJatim, Rabu (24/6/2026).
Hingga penyelidikan selesai dilakukan, penjualan BBM tertentu di SPBU terkait tidak data dilayani. Sementara jika terbukti ada pelanggaran oleh oknum, Pertamina akan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
"Pertamina tidak mentoleransi segala bentuk penyimpangan dalam proses distribusi energi. Jika terbukti terdapat pelanggaran, tentu akan ada tindak lanjut dan sanksi sesuai aturan perusahaan maupun ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.
Pertamina mengklaim, seluruh armada mobil tangki telah dilengkapi dengan sistem pemantauan berbasis Global Positioning System (GPS) serta menjalani pemeriksaan dan evaluasi secara berkala untuk menjaga standar operasional yang telah ditetapkan sebagai upaya pengawasan berkelanjutan.
"Pertamina Patra Niaga meyakini bahwa transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap aturan merupakan fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Karena itu, perusahaan akan terus melakukan perbaikan dan penguatan pengawasan agar layanan distribusi energi bisa berjalan baik serta memberi manfaat optimal bagi masyarakat," katanya.
Ia memastikan, layanan distribusi BBM kepada masyarakat tetap berjalan normal dan tidak terdampak oleh proses pemeriksaan tersebut. Pertamina Patra Niaga memiliki komitmen yang kuat dalam menjaga integritas proses distribusi BBM.
(ihc/dpe)
