Cek Desil untuk Dapat Bansos 2026, Begini Cara Mengetahui Status Penerima

Cek Desil untuk Dapat Bansos 2026, Begini Cara Mengetahui Status Penerima

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Rabu, 24 Jun 2026 18:00 WIB
Ilustrasi cek desil bansos 2026.
Ilustrasi cek desil bansos 2026. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Mulai 2026, pemerintah menerapkan sistem baru dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). Jika sebelumnya penerima bantuan ditentukan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), kini pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diklaim lebih akurat dan terus diperbarui.

Perubahan ini membuat banyak masyarakat mulai mempertanyakan apakah mereka masih berhak menerima bantuan atau tidak. Salah satu faktor yang kini menjadi penentu utama adalah status desil, yakni pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Lalu, apa itu desil, siapa yang berhak menerima bansos pada 2026, dan bagaimana cara mengecek statusnya? Simak penjelasannya selengkapnya di bawah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bansos 2026 Menggunakan Sistem Desil DTSEN

Pemerintah mulai menggunakan DTSEN sebagai basis utama penyaluran berbagai program bantuan sosial pada 2026. Basis data ini menggantikan DTKS yang selama bertahun-tahun digunakan untuk menentukan penerima bantuan.

Perubahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan ketepatan sasaran bantuan. Dengan DTSEN, pemerintah dapat melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih rinci sehingga bantuan diharapkan benar-benar diterima kelompok yang paling membutuhkan.

ADVERTISEMENT

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat keadilan sosial dan memperluas perlindungan bagi kelompok rentan, mengalihkan PBI dari desil 8-10 ke desil 1-5 yang belum terlindungi. DTSEN juga akan terus dimutakhirkan agar semakin akurat dalam memotret kondisi kesejahteraan masyarakat.

Apa Itu Desil dalam DTSEN?

Desil adalah sistem pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi yang dibagi menjadi 10 kelompok, mulai dari desil 1 hingga desil 10.

Mengacu pada "Buku Saku 0%: Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026" yang diterbitkan Tim Kantor Staf Presiden, desil digunakan untuk menentukan prioritas penerima program bantuan pemerintah.

Semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraan rumah tangga tersebut. Karena itu, masyarakat yang masuk desil bawah memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh bantuan sosial.

Urutan Desil dari yang Paling Miskin hingga Paling Sejahtera

Untuk menentukan siapa yang menjadi prioritas penerima bansos, pemerintah membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok kesejahteraan atau desil. Semakin rendah posisi desil, semakin tinggi prioritas untuk menerima bantuan sosial dari pemerintah.

Desil 1 (Sangat Miskin)

Desil 1 merupakan kelompok 10 persen masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rendah. Kelompok ini menjadi prioritas utama penerima berbagai program bantuan sosial karena memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Desil 2 (Miskin)

Kelompok ini berada pada lapisan 10-20 persen terbawah. Mereka masih sangat rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok dan umumnya tidak memiliki cadangan ekonomi yang memadai.

Desil 3 (Hampir Miskin)

Rumah tangga dalam kelompok ini belum tergolong miskin ekstrem, namun berisiko tinggi jatuh miskin ketika terjadi guncangan ekonomi, kehilangan pekerjaan, atau kenaikan harga kebutuhan pokok.

Desil 4 (Rentan Miskin)

Kelompok ini memiliki kondisi ekonomi yang relatif lebih stabil, tetapi masih berpotensi mengalami kesulitan keuangan ketika menghadapi kondisi darurat seperti sakit berat atau bencana.

Desil 5 (Pas-pasan)

Desil 5 berada di batas antara kelompok rentan dan kelompok menengah. Umumnya memiliki penghasilan tetap, tetapi belum memiliki ketahanan ekonomi yang kuat.

Desil 6 hingga Desil 10 (Menengah ke Atas)

Desil 6 ke atas termasuk kategori menengah ke atas. Kelompok ini dinilai memiliki kondisi ekonomi yang lebih baik sehingga tidak menjadi prioritas penerima bantuan sosial pemerintah.

Desil Berapa yang Bisa Mendapat Bansos 2026?

Meski desil menjadi dasar penentuan penerima bantuan, tidak semua masyarakat yang masuk kategori desil bawah otomatis memperoleh bansos. Pemerintah tetap mempertimbangkan kuota program dan hasil verifikasi data. Berikut kriteria penerima beberapa program bantuan sosial pada 2026:

Program Keluarga Harapan (PKH)

PKH diprioritaskan untuk keluarga dalam desil 1 hingga desil 4. Kuota penerima mencapai sekitar 10 juta keluarga. Namun, tidak semua keluarga dalam kelompok tersebut otomatis menerima bantuan karena prioritas diberikan kepada desil yang paling rendah.

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bansos Sembako

Program sembako menyasar masyarakat dalam desil 1 hingga desil 5. Jumlah penerima ditargetkan sekitar 18,2 juta keluarga dengan prioritas utama tetap pada kelompok masyarakat yang berada di desil terbawah.

Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN)

Penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan diprioritaskan berasal dari desil 1 hingga desil 5. Kuota penerima mencapai sekitar 96,8 juta jiwa, tetapi tetap dilakukan seleksi berdasarkan data kesejahteraan terbaru dalam DTSEN.

Mengapa Tidak Semua Desil 1-5 Mendapat Bansos?

Banyak masyarakat beranggapan bahwa masuk desil rendah otomatis membuat seseorang menjadi penerima bantuan. Faktanya, pemerintah juga mempertimbangkan keterbatasan kuota program dan tingkat kerentanan masing-masing keluarga.

Masih dari sumber yang sama, penggunaan rentang desil yang cukup lebar dilakukan untuk mengurangi kesalahan data atau inclusion error dan exclusion error. Karena itu, penentuan penerima bantuan tetap dilakukan melalui proses verifikasi dan pemutakhiran data secara berkala.

Ke depan, pemerintah juga berencana mempersempit sasaran bantuan secara bertahap, misalnya PKH lebih fokus pada desil 1, bantuan sembako pada desil 1-2, dan PBI JKN pada desil 1-4.

Cara Cek Status Desil dan Penerima Bansos 2026

Melalui layanan resmi Kementerian Sosial, setiap warga dapat mengecek apakah namanya terdaftar sebagai penerima bansos, sekaligus melihat posisi desil yang menjadi salah satu dasar penentuan penerima bantuan pada 2026.

Cara Cek Desil Lewat Situs Cek Bansos Kemensos

  • Buka situs cekbansos.kemensos.go.id.
  • Masukkan data wilayah mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan.
  • Setelah itu, masukkan nama lengkap sesuai KTP dan kode verifikasi yang muncul di layar.
  • Klik tombol "Cari Data".
  • Jika terdaftar, sistem akan menampilkan informasi penerima manfaat beserta status desil yang tercatat dalam basis data pemerintah.

Cara Cek Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos

Selain melalui situs web, pengecekan juga dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos. Berikut cara cek desil penerima bansos melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos.

  • Login aplikasi Cek Bansos.
  • Setelah login, pilih menu "Cek Bansos".
  • Lalu, masukkan data wilayah dan nama lengkap.
  • Sistem akan menampilkan informasi, apakah seseorang terdaftar sebagai penerima bantuan serta posisi desilnya.

Jika merasa kondisi ekonomi tidak sesuai desil yang tercatat, dapat mengajukan usulan atau sanggahan melalui aplikasi Cek Bansos maupun pemerintah daerah setempat. Proses pemutakhiran data dilakukan secara berkala, sehingga perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat terlihat dalam DTSEN pada periode berikutnya.

Sistem desil menjadi salah satu faktor penting dalam penentuan penerima bansos 2026. Karena itu, masyarakat disarankan rutin mengecek status data mereka melalui layanan resmi Kemensos agar mengetahui apakah masih memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads