Menanti Nasib Mahasiswa Unair yang Viral Mesum di Ruang Kelas

Round Up

Menanti Nasib Mahasiswa Unair yang Viral Mesum di Ruang Kelas

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Kamis, 25 Jun 2026 06:00 WIB
Video mahasiswa Unair mesum di dalam kelas
Video mesum mahasiswa Unair/Foto: Tangkapan layar
Surabaya -

Video asusila yang melibatkan sepasang mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) di dalam ruang kelas masih menjadi perhatian publik. Sepekan setelah kasus itu viral, kampus belum menjatuhkan sanksi kepada kedua mahasiswa yang terlibat karena proses pemeriksaan Komisi Etik masih berlangsung.

Kasus tersebut menyita perhatian karena terjadi di kampus yang mengusung motto Excellence with Morality. Selain menunggu putusan etik terhadap kedua mahasiswa, Unair juga mendalami proses perekaman hingga penyebaran video yang beredar luas di media sosial.

Peristiwa itu pertama kali mencuat setelah beredar video berdurasi 2 menit 15 detik yang memperlihatkan seorang laki-laki dan perempuan melakukan tindakan asusila di dalam ruang kelas saat kondisi kampus sedang sepi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rekaman tersebut, pasangan itu tampak tidak menyadari keberadaan orang lain di dalam ruangan. Setelah sekitar satu setengah menit, keduanya diketahui menyadari adanya seseorang yang berada di lokasi sekaligus merekam tindakan mereka.

ADVERTISEMENT

Ketua Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Unair, Pulung Siswantara, membenarkan bahwa video tersebut melibatkan mahasiswa Universitas Airlangga.

"Universitas telah menerima informasi terkait video yang beredar. Sesama mahasiswa," kata Pulung saat dihubungi detikJatim, Kamis (18/6/2026).

Menurut Pulung, peristiwa itu terjadi di salah satu ruang kelas milik kampus pada pekan sebelumnya.

"Di ruang kelas salah satu gedung kita, mbak. Sesama mahasiswa, kejadiannya minggu kemarin," ujarnya.

Setelah menerima informasi mengenai video tersebut, pihak universitas langsung melakukan penanganan sesuai prosedur internal. Kasus itu kemudian diserahkan kepada Komisi Etik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Komisi Etik sesuai mekanisme yang berlaku," kata Pulung.

Pihak kampus memastikan pemeriksaan dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan perlindungan hak seluruh pihak yang terlibat.

"Sekarang mekanismenya sudah masuk di Komisi Etik untuk didalami lebih lanjut tentang kasus yang sedang beredar. Nah, oleh karena itu, saat ini Unair juga berusaha untuk memberikan sesuatu yang objektif, profesional, dan mengedepankan perlindungan hak seluruh pihak yang terlibat," ujar Pulung kepada awak media di Unair, Jumat (19/6).

Seiring berjalannya pemeriksaan, kampus juga memanggil orang tua kedua mahasiswa untuk mendalami latar belakang perilaku mereka.

"Orang tua juga diperiksa. Jadi karena memang anak ini masih berada di pengawasan orang tua, oleh karena itu orang tua juga kami datangkan untuk mencari bagaimana sebenarnya pendalaman perilaku ini," jelas Pulung.

Saat ini kedua mahasiswa tersebut tidak menjalani aktivitas perkuliahan karena bertepatan dengan masa libur akademik sekaligus proses pemeriksaan yang masih berlangsung.

"(Dua mahasiswa terkait) karena saat ini juga libur, jadi memang mereka tidak beraktivitas. Dan memang saat ini mereka juga sedang diperiksa oleh Komisi Etik," imbuhnya.

Meski pemeriksaan disebut telah memasuki tahap akhir, pihak kampus masih belum mengumumkan bentuk sanksi yang akan dijatuhkan.

"Untuk sanksi akan dikeluarkan oleh Komisi Etik setelah pemeriksaan selesai. Tentunya mungkin tidak lama lagi gitu, ya," ungkapnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan sanksi berat hingga skorsing, Pulung masih enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. "Kita akan lihat setelah ini, hasil pemeriksaan," bebernya.

Hingga Rabu (24/6/2026), Unair memastikan bahwa keputusan terkait sanksi belum dikeluarkan karena proses di tingkat universitas masih berlangsung.

"Masih proses ke Universitas, setelah dari fakultas," kata Pulung kepada detikJatim, Rabu (24/6/2026).

Kasus tersebut juga menjadi bahan evaluasi bagi internal kampus. Menurut Pulung, hampir seluruh ruang kelas di Unair telah dilengkapi kamera pengawas dan pengawasan internal.

"Jadi kalau kita ngomong, di hampir semua ruang kelas di Universitas Airlangga sudah ada CCTV dan memang ada pengawasan. Jadi memang kami juga melalui Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) juga selalu, di setiap kali pertama kali mereka masuk di Universitas Airlangga juga selalu diberikan sosialisasi tentang pencegahan hal-hal seperti ini yang melanggar etika," terangnya.

Selain pengawasan melalui CCTV, Unair juga memiliki aturan etika yang wajib dipatuhi seluruh sivitas akademika.

"Bahkan kami juga di Universitas Airlangga punya aturan tentang etika berperilaku," pungkas Pulung.

Di samping fokus menyelesaikan pemeriksaan terhadap kedua mahasiswa, Unair juga tengah berkoordinasi untuk menelusuri pihak yang merekam dan menyebarluaskan video tersebut ke media sosial.

Pihak kampus meminta masyarakat tidak ikut menyebarkan konten yang mengandung unsur asusila dan menghormati proses yang sedang berlangsung. Universitas menegaskan komitmennya untuk menegakkan nilai etika dan tata perilaku sesuai ketentuan yang berlaku.




(abq/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads