Jalur Menuju Pelabuhan Ketapang Macet 3 Hari Beruntun, Polisi Turun Tangan

Jalur Menuju Pelabuhan Ketapang Macet 3 Hari Beruntun, Polisi Turun Tangan

Eka Rimawati - detikJatim
Rabu, 24 Jun 2026 23:30 WIB
Personil PJR V Situbondo mengurai arus lalulintas di jalan utama Situbondo - Banyuwangi menuju pelabuhan Ketapang.
Personil PJR V Situbondo mengurai arus lalulintas di jalan utama Situbondo-Banyuwangi menuju pelabuhan Ketapang. (Foto: Eka Rima/detikJatim)
Banyuwangi -

Arus lalu lintas menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mengalami kemacetan panjang dalam tiga hari terakhir. Kepadatan kendaraan bahkan mengular hingga sekitar 7 kilometer dan terjadi hampir tanpa henti selama 24 jam.

Untuk mengurai kemacetan, sejumlah personel kepolisian diterjunkan ke lapangan. Polisi juga melakukan pengawalan terhadap kendaraan pribadi agar dapat melintas melalui jalur lingkar dan tidak terjebak antrean menuju pelabuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kanit PJR V Situbondo Sat PJR Ditlantas Polda Jatim AKP Roni Faslah mengatakan berbagai rekayasa lalu lintas telah dilakukan bersama Polresta Banyuwangi guna mengurangi beban kendaraan yang terus berdatangan dari arah Situbondo menuju Pelabuhan Ketapang.

"Kepadatan sudah terjadi sejak 3 hari dengan durasi 24 jam kepadatan. Kami dengan 4 personel roda 2 dan roda 4. Kendaraan yang mau menuju kota Banyuwangi, dilakukan rekayasa dikawal menuju jalan lingkar agar mengurangi beban dari utara (Situbondo)," tegas Roni, Rabu (24/6/2026).

ADVERTISEMENT

Roni menyebut, arus kendaraan padat namun masih bergerak dan tidak stagnan. Meski demikian, kepadatan ini tidak biasa lantaran berlangsung berhari-hari. Bersama personel terbatas, Roni berupaya semaksimal mungkin untuk mengurai kepadatan.

"Terkait penyebabnya kami tidak tahu, mungkin bisa konfirmasi ke otoritas seperti ASDP. Tapi, kami yang di lapangan selama bertugas memang memastikan kepadatan sudah berhari-hari. Kasihan saja pada pengguna jalan, khususnya kendaraan besar," jelasnya lebih lanjut.

Roni berharap kondisi ini segera berakhir, lantaran yang akan terdampak signifikan adalah masyarakat yang memerlukan pasokan berbagai bahan kebutuhan baik primer maupun sekunder dari pulau jawa menuju Bali dan Nusa Tenggara.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads